• Isu Ganti Presiden Picu Pergeseran Ekstrem Pemilih ke Asyik

    Oleh : Inilahkoran26 Juni 2018 06:43

    INILAH, Bandung,- Isu pergantian nasional membawa pasangan calon (Paslon) Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) mengungguli dua Paslon lain yang dianggap memiliki elektabilitas paling tinggi sebelumnya, yakni Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil-UU.


    Asyik dianggap sukses membuat pergeseran ekstrem, sehingga menggenjot elektabilitas paslon itu setelah pada debat publik kedua Pilgub Jabar mengangkat isu pergantian pemimpin nasional dengan membawa kaos #2018asyikmenang #2019gantipresiden.


    Lembaga Survei Independen Nasional (LSIN) merilis survei yang menyatakan bahwa pasangan Asyik menerima ‘sumbangan’ suara dari isu tersebut sebanyak 30 persen.


    Direktur Eksekutif LSIN Muhammad Yasin Mohammad mengatakan, pihaknya melakukan survei selama satu bulan di bulan Mei atau pasca-debat kedua di Universitas Indonesia Depok beberapa waktu lalu. Dalam surveinya, elektabilitas Asyik mencapai 30 persen, disusul Deddy-Dedi 26 persen, Rindu 25 persen dan TB Hasanuddin-Anton Charliyan 9 persen, dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 11 persen.


    “Kita memotret perilaku pemilih, emosi publik, misalnya kenapa memilih Asyik dan kenapa tidak memilih Asyik dan paslon lainnya. Hasilnya, pergeseran pemilih itu terjadi karena faktor politik yang diusung. Saat debat kedua itu, hanya Asyik yang berani mengangkat isu nasional, sedangkan yang lain tidak,” kata Yasin di Bandung.


    Adapun pergeseran ekstrem suara pemilih, terjadi di sejumlah kota besar, terlebih yang berdekatan dengan ibukota, yakni Depok, Bekasi, Karawang, Bogor, Sukabumi, Indramayu dan Cirebon. Pengaruh besar yang paling ekstrem itu adalah kota yang ada berdekatan dengan Jakarta karena akses informasi yang cepat.


    Yasin menyebut bahwa dalam survei yang dilakukannya, koresponden tampak tidak memikirkan program kerja yang ditawarkan, justru isu pergantian pemimpin nasional lah yang menggiring pemilih ke salah satu pasangan calon.


    “Jadi isu yang dipertahankan oleh Asyik hingga masa akhir kampanye sangat berpengaruh kepada koresponden,” ucapnya.


    Kendati begitu, dia tidak bisa memastikan bahwa Asyik yang akan memenangkan Pilgub Jabar, terlebih selisih dengan pasangan lain hanya terpaut 3 persen. Dengan kata lain, perubahan pergeseran masih bisa terjadi.


    Untuk diketahui, survei yang dilakukan LSIN digelar bulan Mei 2018 sejak minggu pertama hingga ketiga, dengan jumlah responden sebanyak 1200 orang yang tersebar di 27 kabupaten/kota.


    Survei LSIN menggunakan metode face to face (wawancara langsung) secara terbuka dan tertutup dengan margin error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.


    TAG :


    Berita TERKAIT