KPP Pratama Sumedang Gelar Tax Gathering

KPP Pratama Sumedang Gelar Tax Gathering

Kamis, 6 Desember 2018 | 16:25 WIB
. ist
INILAH, Bandung - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sumedang menggelar acara Tax Gathering di Hotel Sahid Skyland City Jatinangor, Sumedang, Rabu (5/12).

Acara bertajuk ‘Dengan Pajak Membangun Negeri’ itu dihadiri 20  wajib pajak, di antaranya instansi pemerintah, BUMN dan para pengusaha.

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Yoyok Satiotomo mengatakan acara dialog dengan wajib pajak ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan kerja sama sehingga turut meningkatkan penerimaan negara dari pajak untuk membangun negeri.

Pada 2018, KPP Pratama Sumedang mempunyai tanggung jawab penerimaan Rp613,4 miliar dan telah mencapai Rp499,1 miliar per 30 November 2018 atau telah terealiasi sebesar 81,37% dengan pertumbuhan penerimaan sebesar 21.42%.

Kepala KPP Pratama Sumedang Roos I Yulinapatrianingsih menyampaikan diperlukan sinergi untuk mencapai penerimaan negara. 

Selain itu, pelayanan pajak saat ini lebih  memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Roos juga meminta dukungan dari wajib pajak untuk turut serta bersinergi membangun negeri dengan membayar pajak sesuai ketentuan, juga menguatkan kembali bahwa semua pelayanan tidak dipungut biaya serta seluruh pegawai DJP tidak diperkenankan menerima pemberian dari wajib pajak dalam bentuk apapun baik berupa uang, barang, maupun fasilitas.

Saat ini reformasi birokrasi yang telah berjalan sangat membutuhkan dukungan para wajib pajak untuk mewujudkan DJP bersih bebas dari korupsi dan melayani.

Pada kesempatan tersebut para wajib pajak juga diberikan kesempatan berdialog langsung dengan Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I dan Kepala KPP Pratama Sumedang. Wajib pajak dapat langsung memberikan saran dan meminta penjelasan mengenai kewajiban perpajakan.

Salah satu wajib pajak yang hadir adalah Ogimoto San selaku Direktur PT. Nishikawa Karya Indonesia.

Melalui penerjemah bahasa Jepang, Ogimoto San merasa bangga turut berkontribusi membangun negeri dengan membayar pajak. “Di Jepang ada tiga hal kewajiban: belajar, bekerja dan membayar pajak.” Ogimoto San menyampaikan bahwa membayar pajak adalah kewajiban setiap warga negara oleh karena itu akan mengikuti aturan yang berlaku.

Diharapkan melalui acara Tax Gathering ini semakin mendorong  wajib pajak memenuhi kewajiban perpajakannya dan meningkatkan sinergi DJP dengan wajib pajak sehingga tercapai penerimaan negara.

Toriza / jul

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 22:00 WIB

    Pacu Pasar Syariah, Pertamina Gandeng Tiga Bank Syariah

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 21:30 WIB

    Dorong Potensi Usaha Rintisan Pangan

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 17:00 WIB

    Gojek Bidik 35 Ribu UMKM Naik Kelas

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 16:00 WIB

    82%, DAM Dominasi Pangsa Pasar Motor di Jabar

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 15:30 WIB

    OJK Dorong BPR Penuhi Modal Inti Minimum

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 21:00 WIB

    Daerah Keluhkan Kenaikan Tiket Pesawat

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 19:00 WIB

    BNI Syariah Bidik Pembiayaan Rumah Tumbuh 17 Persen

  • Kamis, 21 Februari 2019 | 14:33 WIB

    All New Livina dan Serena Resmi Mengaspal di Bandung