Puting Beliung Bogor

Mengharukan, Pesan Terakhir Enny Sebelum Tewas Tertimpa Pohon

Mengharukan, Pesan Terakhir Enny Sebelum Tewas Tertimpa Pohon

Kamis, 6 Desember 2018 | 20:46 WIB - Oleh: Rizki Mauludi
Enny Reno, korban tewas akibat puting beliung di Bogor. INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Korban tewas akibat puting beliung di Kota Bogor, Enny Reno sempat menyampaikan pesan mengharukan kepada sang buah hati.

Enny tewas ketika mobil Avanza silver nomor polisi F 1618 EY yang dikendarainya tertimpa pohon di Jalan Lawang Gintung, Kota Bogor. Pohon rubuh akibat puting beliung, Kamis (6/12) siang WIB,.

Kematian Enny (45)  menyisakan kesan mendalam bagi suami dan ketiga anaknya. Pesan terakhir almarhum apabila meninggal dunia, anak pertamanya harus memimpin salat jenazah.

Anak pertama Enny, Aziz Arrizal Sugeha (20) mengatakan, mendiang ibunya berpesan agar tak  tinggalkan ibadah dan jadi contoh baik bagi kedua adiknya.

"Kalau ada yang meninggal perempuan, mamah saya memandikan. Jadi setiap habis itu mamah selalu bilang kalau meninggal saya yang harus memimpin salat jenazahnya. Tadi pagi juga mamah bilang minta pijit nanti malam, sebelum kejadian saya dikabari nenek bahwa ibu mau belanja ke pasar," ungkap Aziz saat ditemui dirumah duka di Perumahan Bogor Nirwana Residance (BNR), RT3/12, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan.

Sementara itu suami Enny, Abraham Sugeha mengatakan, istrinya sangat suka melintasi jalur Lawang Gintung, Bahkan,  bisa dibilang jalur favoritnya. Enny melintas di Jalan Lawang Gintung sehabis mengantar anak bungsu yang bernama Nurul untuk les.

"Saya mendapat informasi dari nomor istri saya dan ada nomor lain juga. Saat saya cek ke rumah benar informasinya, tetangga sudah datang kerumah juga. Segera saya bergegas ke tempat kejadian," ungkapnya usai salat Isya di Masjid Almuhajirin.

Ia menuturkan, di tempat kejadian sudah banyak polisi dan aparat TNI tengah mengevakuasi jenazah istrinya dari dalam mobil yang tertimpa pohon. Ditempat kejadian dirinya memfoto situasi juga ditawarkan jenazah dibawa ke RS PMI.

"Istri saya dalam keadaan puasa dan sudah memersiapkan bukaan. Untuk firasat saya ada sedikit, bergerak-gerak mata tapi belum ngobrol sama istri saya. Sikapnya biasa rutinitasnya, saat kejadian mengandarai mobil sendirian. Istri saya biasa ke Bandung ke anak saya juga sendirian," tambahnya.

Abraham membeberkan, saat kejadian dirinya tengah bekerja, istri kegiatannya ibu rumah tangga tapi sering sekali ikut pengajian. Di rumah dipanggil Mamah dengan sikap yang bijaksana juga teladan dalam hal beribadah baik yang wajib maupun sunah.

"Pesan istri saya kalau meninggal anak pertama saya yang harus memimpin shalat jenazahnya. Untuk pemakaman saya masih berdiskusi dengan keluarga, almarhum akan dimakamkan dimana. Alhamrhun meninggalkan tiga anak yang pertama Aziz, kedua Mutiara Razak Sugeha (19) tengah kuliah di Unpad Bandung dan Nurul Izza Afifah Sugeha (14) masih belajar di SMA Negeri 3 Kota Bogor," pungkasnya.


Rizki Mauludi / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 10 Desember 2018 | 18:26 WIB

    Biang Kerok Perusak Puncak

  • Senin, 10 Desember 2018 | 18:20 WIB

    Siapa Tersangka Kasus KPU Kota Bogor?

  • Senin, 10 Desember 2018 | 18:00 WIB

    Harga Cabai di Pasar Tradisional Naik

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:55 WIB

    Gedung AKD Terancam Molor

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:50 WIB

    Ade-Iwan Pasti Dilantik 30 Desember

  • Senin, 10 Desember 2018 | 16:25 WIB

    Bayi Stunting di Kabupaten Bogor Capai 500 Ribu

  • Senin, 10 Desember 2018 | 10:05 WIB

    Penyaluran Bantuan Minim, BTT Segera Dicarikan

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 11:10 WIB

    Festival Hewan Asuh Dorong Konsumsi Produk Hewan

  • Jumat, 7 Desember 2018 | 16:51 WIB

    Soal DOB, Nurhayanti Sudah Curhat ke Presiden