PT DI Penuhi Kebutuhan 17 Helikopter TNI

PT DI Penuhi Kebutuhan 17 Helikopter TNI

Rabu, 9 Januari 2019 | 21:00 WIB - Oleh: Doni Ramdhani
. Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - PT Dirgantara Indonesia (DI) terikat kontrak pengadaaan helikopter yang dibutuhkan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Sebanyak 17 unit helikopter itu akan digunakan TNI AU dan AD.


Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro mengatakan, pengadaan 17 helikopter itu rinciannya delapan unit Helikopter H225M untuk TNI AU dan sembilan unit Helikopter Serbu Bell-412EPI untuk TNI AD.


Menurutnya, Helikopter H225M merupakan nama komersial yang sama dengan Helikopter EC725 Cougar yang merupakan keluarga dari Super Puma. Produk itu merupakan hasil kerja sama industri antara PT DI dengan Airbus Helicopters, Prancis. Sedangkan, Helikopter Bell-412EPI merupakan bagian dari Helikopter Bell-412 Series. Produk kerja sama industri antara PT DI dengan Bell Helicopter Textron Inc., Kanada.


"Untuk pengadaan heli serbu itu akan dipenuhi dalam tempo 24 bulan sejak kontrak. Sedangkan, heli angkut berat bakal dipenuhi selama 36 bulan setelah kontrak. Setelah penandatanganan kontrak ini, kita akan urus pendanaannya dulu, baru bisa produksi. Harapannya, kita dapat mendukung kemandirian alutsista Indonesia," ujar Elfien penandatangan kontrak di PT DI, Rabu (9/1).


Lebih rinci, pengadaan Helikopter Angkut Berat berdasarkan kontrak No TRAK/554/PLN/XII/2018/AU antara Kemenhan dan PT DI untuk TNI AU. Isi kontrak meliputi delapan unit Helikopter H225M konfigurasi Angkut Berat, integrated logistic support termasuk airborne kit, jasa (technical assistant dan advance training), publikasi teknis, pelatihan, dan satu unit H225M Level D Full Flight Simulator beserta sarana dan prasarana pendukungnya.


Sedangkan, pengadaan Helikopter Serbu itu berdasarkan kontrak No TRAK/555/PLN/XII/2018/AD antara Kemenhan dan PT DI untuk TNI AD. Isi kontrak meliputi sembilan unit Helikopter Serbu BELL-412EPI lengkap dengan persenjataan dan amunisi, suku cadang, publikasi teknis, serta pelatihan.


Sementara itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemenhan Laksamana Muda TNI Agus Setiadji menyebutkan pemesanan tersebut didasarkan atas kebutuhan dasar TNI AU dan AD dari pengadaan tahap dua.


Sebenarnya, untuk kebutuhan helikopter serbu itu membutuhkan 40 unit. Namun, pihaknya baru bisa memenuhi sebanyak sembilan unit. Untuk itu, pemenuhan akan dilakukan secara bertahap. Targetnya, pada 2020-2024 mendatang kebutuhan tersebut diharapkan terpenuhi semua. Mengenai helikopter angkut, sejauh ini jumlahnya diakui relatif minim.


"Pengadaan helikopter ini sesuai dengan instruksi Presiden yang mengharapkan setiap pengadaaan alutsista itu juga bisa digunakan untuk menanggulangi bencana dan memiliki kemampuan untuk SAR (search and rescue)," kata Agus.


Mengenai anggaran yang dialokasikan, dia menyebutkan untuk pengadaaan Helikopter H225M itu membutuhkan dana sebesar US$330 juta. Sedangkan, untuk pengadaan Helikopter Bell-412EPI itu membutuhkan dana sebesar US$183 juta. Keduanya dipenuhi dengan pendanaan luar negeri. 

Doni Ramdhani / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 19 Januari 2019 | 00:00 WIB

    Perubahan Pola Belanja Picu Penutupan Toko Ritel

  • Jumat, 18 Januari 2019 | 16:30 WIB

    Nibras Bagikan Ribuan Pakaian Aktivis Masjid

  • Kamis, 17 Januari 2019 | 22:00 WIB

    OJK Dorong Pengembangan Perusahaan Pembiayaan

  • Kamis, 17 Januari 2019 | 18:30 WIB

    Dukung Orang Tua dan Siswa Kelola Uang di Era Digital

  • Kamis, 17 Januari 2019 | 18:15 WIB

    Jaringan Oyo Hotels Dongkrak Okupansi Penginapan Lokal

  • Kamis, 17 Januari 2019 | 12:15 WIB

    Telkomsel Digitalisasi Desa Salem Purwakarta