Diabetes Berkurang dalam 30 Hari dengan Daun Afrika

Diabetes Berkurang dalam 30 Hari dengan Daun Afrika

Sabtu, 19 Januari 2019 | 10:00 WIB - Oleh: Inilah koran
Ilustrasi. Net

INILAH, Bandung - Kalau kita rajin membaca hasil-hasil penelitian daun afrika (Vernonia amygdalina), maka kita akan temukan sebuah pandangan baru yang segera pula akan mengajak kita memperbaiki tindakan kita.

Cobalah misalnya, browsing di internet dengan menggunakan kata Vernonia amygdalina. Di sana akan banyak terhampar hasil riset-riset para ilmuwan, termasuk kalangan dokter. Yang biasanya menarik menyajikan ulasan lengkap bisa dari situs US National Library of Medicine National Institutes of Health.

Banyak sekali penelitian yang muncul belakangan ini, dilakukan antara tahun 2005 hingga 2017 dengan hasil yang saling menguatkan, bahwa daun afrika yang terasa pahit itu sangat baik untuk mengatasi diabetes, termasuk stroke, ginjal, dan termasuk memenuhi anjuran sebagai makanan/minuman harian.

Daun Afrika sangat kaya akan kalsium, fosfor, zat besi, vitamin (B1, B2, B2, C, dan K). Daun Afrika juga kaya akan antioksidan untuk menetralisir radikal bebas dari sel-sel tubuh. “Daun Afrika mengandung zat aktif yang menurunkan kadar gula. Kemampuan daun afrika dalam menurunkan kadar gula darah mencapai 30% dengan syarat dikonsumsi rutin selama satu bulan,” ujar Faiz Manshur, dikutip dari laman Yayasan Odesa Indonesia. 

Cara mengonsumsi daun afrika untuk obat diabetes bagaimana? Pertama-tama, daun segar atau kering dengan jumlah antara 3-5 untuk satu porsi orang sekali minum. Jika daun segar, maka harus dicuci. Jika daun kering karena proses pengolahannya sudah selesai, bisa langsung dikonsumsi.

Cara mengonsumsinya, bisa dimakan langsung, untuk lalapan, atau dibuat jus, bisa juga dicampur sebagai sayuran. Untuk rebusan khusus, caranya mudah. Rebus bersama dua cangkir air, sisakan satu cangkir, lalu minum. Jadwal minumnya dilakukan sebelum mengonsumsi makan. Itu akan lebih baik.

Karena herbal ini sangat kuat dalam hal medis, maka penting sangat berhati-hati bagi perempuan hamil dan menyusui. Sampai tulisan ini ditulis (Oktober 2018) belum ada riset khusus yang berani menjelaskan sisi keamanannya.

Berbeda dengan Kelor (Moringa oleifera) yang sudah banyak penelitian dan lembaga FAO sudah merekomendasikan sebagai makanan baik untuk ibu hamil dan menyusui.

Daun Afrika juga sangat mungkin menyebabkan alergi untuk sebagian orang. Mengonsumsi herbal harus tetap pada garis sebagai sumber pangan sehat, bukan sebagai obat. Rutin dengan jumlah sedikit akan lebih baik daripada banyak tetapi tidak disiplin.

Inilah koran / sur

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 19:30 WIB

    Ave Maryam, Ekspose Kehidupan Biarawati dalam Film

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 19:00 WIB

    Google dan Facebook Dikritik di AS, Kenapa?