Sambut 400 Event, Disparbud Jabar Gandeng Komunitas Motor

Sambut 400 Event, Disparbud Jabar Gandeng Komunitas Motor

Minggu, 10 Februari 2019 | 16:20 WIB
Mantap, Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) Jabar menyongsong 400 event 2019 ini.. ISTIMEWA
INILAH, Bandung - Mantap, Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) Jabar menyongsong 400 event 2019 ini.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jabar Dedi Taufik mengatakan, salah satu kolaborasi yang akan dilakukan oleh pihaknya yakni menggandeng sejumlah komunitas motor. 

"Kita nanti bikin satu event besar. Dikaitkan dengan destinasi wisata," ujar Dedi, Minggu (10/2).

Dedi mengajak perkumpulan penggemar tunggangan besi tersebut untuk mensosialisasikan destinasi wisata di Jabar. Rencananya, sebagai langkah awal akan melakukan touring ke Geopark Ciletuh, Sukabumi.

"Kita harus punya pastikan nanti kapan kita akan melakukan gebyarnya. Nah saya ngobrol ngobrol. Saya ngajak komunitas. Ada 400 event dalam kurun satu tahun di jabar ini, kalau kita tidak mensosialisasikan mau siapa lagi?" paparnya.

Dengan begitu, dia optimis, ketertarikan para wisatawan datang ke Jabar akan semakin meningkat. 

Dedi paparkan, sebanyak 35 persen wisatawan yang datang ke Jabar yaitu memburu destinasi wisata dengan konsep nature alias alam.

Sementara, sektor kebudayaan cukup dominan dengan angka 60 persen.  "Dan lima persen itu fokusnya kepada destinasi wisata buatan," imbuhnya.

Dari tiga fokus konsep destinasi wisata tersebut, dia merasa perlu berkolaborasi dengan sejumlah pihak guna mendongkrak kunjungan wisatawan. 

Terlebih, di tahun 2019 ini pihaknya memasang target 1,8 juta wisatawan mancanegara yang datang ke Jabar. "Kemudian juga di wisatawan nusantara kita punya target, hampir 49 juta," katanya.

Selain berkoodinasi dengan komunitas dan sejumlah stake holder, tentunya Disparbud Jabar pun wajib menyuguhkan berbagai kegiatan yang menarik.

"Jadi nanti atraksinya harus ada. Kemudian infrastruktur penunjang, aksesnya kita akan berkoordinasi dengan stake holder lainnya dengan dinas lainnya. Kemudian juga berikutnya amenitasnya. Ini tiga pendekatan inilah yang harus kita jalankan bersama-sama," bebernya.

Lebih lanjut, Dedi katakan, berdasarkan Peraturan Daerah nomer 15 tahun 2015 ada beberapa daerah yang wajib didorong. Khususnya, Bandung Raya, Bogor, Sukabumi, Kerawang dan Bekasi. "Kemudian ada Cirebon Raya, kemudaian juga ada Pangandaran,  Tasikmalaya, Garut," imbuhnya.

Selain itu, Jabar pun memiliki sejumlah Infrastruktur Strategis Nasional yang juga akan menjadi pendorong datangnya wisatawan. Misalnya saja Bandar Udara Internasional Kertajati, Kabupaten Majalengka dan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang yang sedang terus digodok.

"Waktu lima tahun ke depan pelabuhan Cirebon juga sudah bisa direalisasi. Dengan kegiatan-kegiatan besar di Jabar, terutama dengan infrastruktur transportasi, kemudian kereta cepat sebentar lagi tahun 2021 sudah ada di jabar. Jadi semakin dekat lagi (jarak) antara Jakarta dengan Jabar sendiri," pungkasnya. 

Sementara itu, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Iwan Darmawan mengatakan saat ini pihaknya sedang mendorong proses digital tourism. Pria karib disapa Idar ini meluruskan, bahwa digital tourism tak selalu harus mewah.

"Tapi kalau orang datang ke  (destinasi) itu maka instagramable, nah itu yang disebut digital tourism," ujar Idar.

Dengan begitu, tentunya wisatawan yang notabene generasi milenial pun akan semakin bertambah dan berkontribusi lewat ekonomi pengakuan. Di mana biasanya mereka memiliki kebangaan tersendiri tatkala mendatangi lokasi wisata dengan konsep digital tourism tersebut.

"Jadi apapun yang mereka lakukan pasti kan di masukkan media soskal, karena eksistensi dia itu ingin diakui menjadi yang pertama datang ke situ," pungkas Idar. 

Rianto Nurdiansyah / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 19:30 WIB

    Warga Kaget Personel Brimbob Datang, Ternyata...

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 14:00 WIB

    Ngaco Nih, Di Cianjur Ada TKA Punya E-KTP

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 13:32 WIB

    Jamal, Iis, dan Tragedi Manusia di Sukabumi

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 12:49 WIB

    Polisi Dalami Polemik BPNT di Purwakarta