Pengendara Cilik Sumbang 80 Persen Kecelakaan di Purwakarta

Pengendara Cilik Sumbang 80 Persen Kecelakaan di Purwakarta

Minggu, 10 Februari 2019 | 17:15 WIB
. Foto: INILAH/Asep Mulyana
INILAH, Purwakarta – Aturan dan larangan Pemkab Purwakarta kepada para pelajar di bawah umur yang berani mengendarai kendaraan bermotor tak berjalan efektif. Terbukti, sampai saat ini masih banyak pelajar membawa kendaraan, bahkan untuk pergi ke sekolah. 

Sungguh miris, apalagi para pengendara di bawah umur ini menjadi penyubang terbesar angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Purwakarta. Data dari Sat Lantas Polres Purwakarta, 80 persen kasus laka melibatkan pelajar. 

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah maupun kepolisian. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut supaya kasus kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur bisa diminimalisasi. 

Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Ricky Adipratama mengatakan, sebenarnya selama ini jajarannya tak henti-hentinya melakukan sosialisasi, baik kepada masyarakat umum maupun ke sekolah supaya lebih bijak dalam berkendara. 

Pihaknya mengakui, selama ini kesadaran masyarakat dalam berkendara masih rendah. Ricky menduga, banyak di antara pelajar maupun orang tua tidak memahami potensi bahaya saat tidak mematuhi aturan berkendara.

"Rata-rata, mereka (korban kecelakaan lalu lintas) masih pelajar di bawah 17 tahun. Mereka umumnya pengguna sepeda motor," ujar Ricky kepada INILAH di sela-sela kegiatan Milenial Road Safety Festival di kawasan Car Free Day, Situ Buleud, Minggu (10/2/2019).

Menurutnya, perlu peran orang tua di rumah maupun guru di sekolah supaya pelajar tidak memaksakan mengendarai kendaraan di jalanan. Ricky berharap kondisi tersebut menjadi perhatian seluruh pihak. Petugas kepolisian pun akan terus melakukan sosialisasi berkendara secara baik dan benar kepada masyarakat luas dan sekolah-sekolah.

Sementara itu, Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Purwakarta Ipda Agus Kuswara menambahkan, jumlah kecelakaan selama Januari 2019 cukup tinggi, mencapai 41 kejadian. 

"Memang, secara umum jumlah kecelakaannya meningkat, jumlah fatalitasnya menurun," katanya.

Sepanjang awal tahun kemarin, kata Agus, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan mencapai 16 orang. Sedangkan, korban yang mengalami luka ringan tercatat sebanyak 67 orang namun tidak ada seorang pun mengalami luka berat.

Asep Mulyana / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 19:30 WIB

    Warga Kaget Personel Brimbob Datang, Ternyata...

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 14:00 WIB

    Ngaco Nih, Di Cianjur Ada TKA Punya E-KTP

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 13:32 WIB

    Jamal, Iis, dan Tragedi Manusia di Sukabumi

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 12:49 WIB

    Polisi Dalami Polemik BPNT di Purwakarta