40 Ton Beras Disiapkan untuk Warga Rawan Miskin Purwakarta

40 Ton Beras Disiapkan untuk Warga Rawan Miskin Purwakarta

Minggu, 10 Februari 2019 | 18:00 WIB
. Foto: Net
INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta menggulirkan program untuk meringankan beban masyarakat pra sejahtera. Program tersebut menyiapkan 40 ton beras jenis premium sebagai bantuan bagi mereka yang masuk kategori miskin.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, sampai saat ini masih ada 50 ribu kepala keluarga (KK) yang masuk kategori miskin. Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan bantuan pangan untuk membantu meringankan beban mereka di tahun anggaran 2019.

"Sebenarnya, di kita tidak ada yang rawan pangan. Bantuan ini untuk antisipasi saja. Mengingat keluarga miskin jumlahnya cukup banyak, yakni 50 ribu KK. Dari jumlah tersebut, 30 ribu KK di antaranya rawan miskin," ujar Anne kepada INILAH, akhir pekan kemarin.

Anne menjelaskan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menyerap 40 ton setara beras. Beras dengan kualitas premium ini akan diberikan kepada puluhan ribu KK miskin tersebut.

Pihaknya telah bekerjasama dengan Bulog untuk penyerapan beras premium tersebut. Beras itu akan dibagikan dengan pola setiap tiga bulan sekali. Masing-masing, rencananya akan mendapatkan beras 10 kilogram per jiwa.

Menurut Anne, pihaknya sengaja mengalokasikan anggaran untuk pengadaan bantuan beras. Tujuannya, beras tersebut sebagai subsidi bagi warga yang benar-benar tidak mampu. Sebelumnya, mungkin ada bantuan bagi warga miskin, tetapi kegiatannya berbeda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan mengatakan, jika tahun ini ada pengadaan beras premium sebanyak 40 ton. Selain dengan bulog, pihaknya juga akan menggandeng petani lokal untuk pengadaan beras tersebut.

"Jadi, jika dinominalkan beras itu harganya yang setara Rp12 ribu per kilogramnya," ujar Agus.

Bantuan beras ini, sambungnya, untuk mengantisipasi rawan pangan. Meskipun hingga saat ini, dari 192 desa dan kelurahan yang ada, tidak ada satupun wilayah yang masuk rawan pangan. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya untuk menjaga kestabilan bahan pangan bagi warganya. Terutama, bagi keluarga tidak mampu.

Asep Mulyana / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 19:30 WIB

    Warga Kaget Personel Brimbob Datang, Ternyata...

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 14:00 WIB

    Ngaco Nih, Di Cianjur Ada TKA Punya E-KTP

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 13:32 WIB

    Jamal, Iis, dan Tragedi Manusia di Sukabumi

  • Jumat, 22 Februari 2019 | 12:49 WIB

    Polisi Dalami Polemik BPNT di Purwakarta