Taman Satwa Cikembulan Perketat Penitipan Satwa

Taman Satwa Cikembulan Perketat Penitipan Satwa

Senin, 11 Februari 2019 | 13:05 WIB - Oleh: Nul Zainulmukhtar
. Foto: INILAH/Zainulmukhtar
INILAH, Garut – Guna meningkatkan profesionalisme tata kelola lembaga konservasi serta mengantisipasi berbagai masalah berdampak hukum, Taman Satwa Cikembulan Garut memperketat penitipan berbagai jenis satwa dari berbagai pihak, terutama satwa langka dan dilindungi.

Pihak manapun tak bisa memasukkan satwa ke Taman Satwa Cikembulan tanpa melalui mekanisme serta prosedur jelas, disertai bukti kelengkapan perizinan, riwayat kepemilikan, maupun kondisi kesehatan satwa bersangkutan. Baik untuk satwa koleksi maupun sekadar titipan sementara.

"Sekalipun yang menitipkan satwa itu lembaga atau instasi, tetap harus disertai kelengkapan legalitasnya. Termasuk keterangan kondisi kesehatannya berdasarkan keterangan dokter hewan. Bagi masyarakat yang hendak menitipkan satwa bukan dilindungi juga tetap kita mintakan identitas yang menyerahkannya, dan catatan dari mana satwa diperoleh" kata Manajer Taman Satwa Cikembulan Rudy Arifin, Minggu (10/2/19).

Selain itu, kata Rudy, meskipun surat dan berbagai dokumennya sudah lengkap, satwa yang dititipkan tidak serta merta dapat "berbaur" menjadi penghuni Taman Satwa. Satwa terlebih dahulu akan diperiksa lagi kondisinya di klinik khusus satwa, serta dikarantina untuk dilakukan pemantauan perkembangan kesehatannya.  

Di Taman Satwa Cikembulan terdapat tiga dokter hewan dan satu tenaga paramedis yang selalu siaga. 

"Pokoknya kita berupaya selalu melaksanakan pengelolaan Taman Satwa ini sesuai SOP (standard operational procedure) berdasarkan peraturan. Termasuk pengelolaan administrasinya, kita tertibkan sesuai SOP," ujar Rudy.

Rudy mengatakan, pihaknya tak bisa menerima satwa langka atau dilindungi yang diserahkan masyarakat, meskipun atas kesadaran sendiri. Tetapi diarahkan ke pihak berwenang atau Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) untuk pengurusannya. Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah kemungkinan masuknya satwa ilegal hasil penangkapan liar, perdagangan gelap, atau barang bukti tindak kejahatan penangkapan, penyelundupan, maupun perdagangan gelap satwa langka atau dilindungi.

"Kita pun tak ingin pihak lain yang berbuat dan bertanggung jawab, tapi kita kena getahnya," ujarnya.

Koleksi satwa yang ada di Taman Satwa Cikembulan mencapai 435 ekor, terdiri atas 112 spesies. Satwa terfavorit menjadi daya tarik pengunjung antara lain orang utan, harimau, singa, macan, aneka jenis burung, dan reptil.

Nul Zainulmukhtar / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 17:25 WIB

    Jalan Tol Bandung-Cianjur Dinantikan

  • Sabtu, 16 Februari 2019 | 17:10 WIB

    Garbi Jabar, Pupuk Potensi Lewat Empat Dimensi

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 11:45 WIB

    Refleksi Menghadapi Hari Jadi Garut Ke-206

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 11:45 WIB

    30 Kotak Suara Pemilu 2019 di Tasikmalaya Rusak

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 11:25 WIB

    WaspadaI Lowongan Kerja Berkedok PT KAI

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 10:15 WIB

    Tanggul Cicapar Jebol, Banjir Terjang Leles

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 01:30 WIB

    Fraksi PKS DPRD Jabar Serahkan Hadiah Umroh