Di Jabar, Fintech Toko Modal Kucurkan Pembiayaan Rp52,6 Miliar

Di Jabar, Fintech Toko Modal Kucurkan Pembiayaan Rp52,6 Miliar

Senin, 11 Februari 2019 | 18:00 WIB - Oleh: Doni Ramdhani
. Foto: Doni Ramdhani
INILAH, Bandung - Lembaga financial technology (fintech) PT Toko Modal Mitra Usaha (Toko Modal) fokus membantu usaha warung mendapatkan bantuan pembiayaan. Sejak Agustus 2018 hingga Januari 2019 total pembiayaan se-Indonesia mencapai Rp134 miliar.

“Khusus di wilayah Jabar, kita menyalurkan lebih dari Rp52,6 miliar. Total pinjaman itu untuk 2.600 toko kelontong binaan Alfamikro atau yang disebut OBA (Outlet Binaan Alfa) dalam mengembangkan usahanya,” kata Co-founder Toko Modal Chris Antonius di Bandung, Senin (11/2).

Menurutnya, perluasan bisnis tersebut akan terus digenjot pada 2019 ini. Terlebih, berdasarkan data Alfamart menunjukkan ada sekitar 40 ribu OBA se-Indonesia. Dari total itu, sekitar 10 ribu OBA ada di Jabar atau sekitar 30%.

Dia optimistis bisnis yang terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini akan berkembang pesat. Sejak diluncurkan pada Agustus lalu, lebih dari 8.300 OBA yang tersebar di lebih dari 50 kota dan 22 provinsi itu memanfaatkan pinjaman berbasis aplikasi itu.

Chris menuturkan, program yang dijalankan pihaknya ini mempermudah pemilik warung untuk pengembangan usaha. Sebelumnya, proses transaksi di Alfamikro dilakukan melalui skema cash on delivery (COD). 

Namun, dengan aplikasi yang dikembangkan itu para pemilik warung bisa melakukan pembayaran melalui Toko Modal. Selanjutnya, barang tersebut dikirim tanpa ongkos melalui jalur distribusi yang dimiliki Alfamart. 

“Melalui proses yang bisa dilakukan secara real-time melalui online, fintech ini memiliki akses yang lebih cepat. OBA tidak perlu menunggu lamanya proses pengajuan secara konvensional. Dan, memang  Toko Modal ini didirikan bertujuan untuk membangkitkan dan meningkatkan daya saing usaha mikro dengan pinjaman yang mudah dan aman,” tuturnya. 

Sebagai lembaga peer-to-peer lending, sejauh ini fintech ini terdapat sekitar 800 orang investor. Target sasaran pada 2019 ini pihaknya akan meningkatkan jumlah pembiayaan. Salah satu caranya dengan memberikan bunga 0% selama tujuh hari dalam masa promosi.

“Dalam kondisi normal, nantinya peminjam bisa membayar pada 7-14 hari setelah barang diterima. Besaran bunga yang ditetapkan hanya sebesar 2% per bulan. Sejauh ini, angka NPL (non performing loan) kita ada di 0%. 

Sementara itu, Small & Micro Business System Development Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Banu Rofita mengaku bantuan pembiayaan ini mendongkrak usaha OBA. Bahkan, sejak menggunakan aplikasi Toko Modal itu ada outlet yang omsetnya meningkat hingga tujuh kali lipat.

Doni Ramdhani / dnr

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 20:00 WIB

    Perbarindo Gagas Transformasi Digital BPR

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 15:55 WIB

    AFPI Dukung Langkah OJK Berantas Fintech Ilegal

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 15:00 WIB

    Di Bandung, BTN Ajak 25 Developer Tawarkan KPR Gaes!

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 14:30 WIB

    KPR Gaes! Produk BTN Gaet Generasi Milenial

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 14:15 WIB

    XL Axiata Operator Kedua Terbesar Indonesia

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 15:00 WIB

    Samsung Penuhi Kebutuhan Monitor Layar Lebar

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 06:00 WIB

    XL Axiata Luncurkan Kartu Perdana XL Go Izi

  • Rabu, 13 Februari 2019 | 22:30 WIB

    JNE Bidik 20% Titik Layanan Baru

  • Rabu, 13 Februari 2019 | 20:30 WIB

    Iwapi Didorong Bangkitkan Ekonomi Sektor Pertanian