Industri TPT Nasional Dibidik Masuk Lima Besar Dunia

Industri TPT Nasional Dibidik Masuk Lima Besar Dunia

Selasa, 12 Februari 2019 | 18:45 WIB - Oleh: Antara
. ANTARA FOTO
INILAH, Bandung - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional saat ini dibidik masuk dalam jajaran lima besar dunia pada 2030. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, itu akan terwujud dengan memprioritaskan perkembangan industri ini sebagai pionir dalam peta jalan penerapan revolusi industri 4.0. 

“Sektor ini yang kinerjanya naik terus terutama melalui capaian ekspornya. Khusus industri sarung, pemerintah telah memberikan dukungan penuh terhadap produsen dalam negeri,” kata Airlangga dikutip dari Antara, Selasa (12/2/2019).

Untuk itu, pihaknya  akan mengembangkan potensi sarung sebagai gaya hidup baru bagi masyarakat Indonesia. Pada Maret mendatang, Kementerian Perindustrian akan menggelar Festival Sarung. Produk sandang khas Tanah Air itu diakuinya memiliki keunggulan motif yang beragam dari berbagai daerah.

Dia meyakini, industri TPT dalam negeri mampu kompetitif di kancah global karena telah memiliki daya saing tinggi. Hal ini didorong struktur industrinya sudah yang terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya juga dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional. 

“Oleh karena itu, pemerintah terus memacu kinerja industri TPT. Apalagi sektor ini tergolong padat karya dan berorientasi ekspor sehingga memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian kita,” ujarnya. 

Sejumlah langkah strategis disiapkan agar industri TPT nasional bisa memasuki era digital. Misalnya, selama tiga hingga lima tahun ke depan Kemenperin fokus mendongkrak kemampuan di sektor hulu untuk meningkatkan produksi serat sintetis. Upaya yang dilakukan antara lain menjalin kerja sama atau menarik investasi perusahaan penghasil serat berkualitas.

“Ini juga bertujuan guna menguragi impor,” tambahnya. 

Selain itu, pihaknya mendorong pemanfaatan teknologi digital seperti 3D printing, automation, dan internet of things (IoT). Transformasi ini diyakini dapat mengoptimalkan efisiensi dan produktivitas. Klaster industri tekstil nantinya terintegrasi dengan terkoneksi teknologi industri 4.0.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pergeseran permintaan dari pakaian dasar menjadi pakaian fungsional seperti baju olahraga, industri TPT nasional pun perlu membangun kemampuan produksi dan meningkatkan skala ekonomi agar dapat memenuhi permintaan pakaian fungsional di pasar domestik maupun ekspor. Saat ini, pemerintah juga berupaya membuat perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk memperluas pasar ekspor TPT lokal. 

Produk TPT negara tetangga seperti Vietnam bisa masuk ke pasar Amerika dan Uni Eropa dengan tarif bea masuk 0%, sedangkan bea masuk ekspor produk tekstil Indonesia masih dikenakan 5-20%. 

Antara / dnr

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 20:00 WIB

    Perbarindo Gagas Transformasi Digital BPR

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 15:55 WIB

    AFPI Dukung Langkah OJK Berantas Fintech Ilegal

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 15:00 WIB

    Di Bandung, BTN Ajak 25 Developer Tawarkan KPR Gaes!

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 14:30 WIB

    KPR Gaes! Produk BTN Gaet Generasi Milenial

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 14:15 WIB

    XL Axiata Operator Kedua Terbesar Indonesia

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 15:00 WIB

    Samsung Penuhi Kebutuhan Monitor Layar Lebar

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 06:00 WIB

    XL Axiata Luncurkan Kartu Perdana XL Go Izi

  • Rabu, 13 Februari 2019 | 22:30 WIB

    JNE Bidik 20% Titik Layanan Baru

  • Rabu, 13 Februari 2019 | 20:30 WIB

    Iwapi Didorong Bangkitkan Ekonomi Sektor Pertanian