Kolaborasi BUMN Dukung Penguatan Industri Strategis Nasional

Kolaborasi BUMN Dukung Penguatan Industri Strategis Nasional

Selasa, 12 Februari 2019 | 22:00 WIB - Oleh: Yogo Triastopo
. ISTIMEWA
INILAH, Bandung - Kini, sejumlah BUMN memasuki tahapan lanjutan usai bersinergi. Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan tahapan itu dinamakan kolaborasi.

“BUMN industri strategis kini menandatangani nota kesepahaman lanjutan. Diharapkan, setelah ada kolaborasi ini nantinya bisa ke tahap konsolidasi,” kata Fajar di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Menurutnya, nota kesepahaman yang diteken itu terkait pemastian kualitas dan kuantitas produk dan jasa sebagai daya dukung penguatan industri strategis nasional. BUMN yang terlibat dalam kesepahaman itu yakni PT Surveyor Indonesia, PT Pertamina, PT Len Industri, PT PGN, PT Dirgantara Indonesia, PT Dahana, dan PT Pertamina Bina Medika. 

Dia menyebutkan, kerja sama itu sesuai dengan PP No 29/2018 tentang Pemberdayaan Industri. Ke depan, diharapkan BUMN industry strategis nasional itu bergerak di bidang industri pengolahan.

“Artinya, industri strategis itu nantinya memenuhi kebutuhan penting bagi kesejahteraan rakyat atau menguasai hajat hidup orang banyak, meningkatkan atau menghasilkan nilai tambah sumber daya alam strategis, dan mempunyai kaitan dengan kepentingan pertahanan serta keamanan negara,” jelasnya.

Hal penting lainnya yakni penggunaan produk dalam negeri itu yang beriringan dengan kampanye peningkatan penggunaan produksi dalam negeri melalui tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai ketentuan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia Dian M Noer menjelaskan nota kesepahaman dengan enam BUMN itu terkait pemastian kualitas dan kuantitas produk dan jasa sebagai daya dukung penguatan. 
“Menghadapi iklim bisnis yang senantiasa berubah, salah satu langkah yang bisa ditempuh agar kita bisa survive adalah dengan menjalin kemitraan strategis dan tetap mengedepankan praktik operational excellence dalam menjalankan bisnis,” kata Dian.

Dia menuturkan, ruang lingkup kerjasama meliputi jasa survei, inspeksi, verifikasi dan monitoring di bidang pengadaan tanah, cargo monitoring, pipeline integrity management, konsultasi pengawas pembangunan jaringan fiber optik, konsultasi design, testing & commisioning untuk signal/railway system di Railway Transportation (LRT & MRT) hingga, konsultasi pengembangan roadmap TKDN di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Lebih rinci, kerja sama yang dilakukan meliputi bidang manajamen aset dan kegiatan monitoring kualitas dan kuantitas Terminal BBM Pertamina dengan PT Pertamina. Kemudian, pemastian opmitalisasi kegiatan dan distribusi gas bumi Bersama PT PGN, layanan kesehatan dengan PT Pertamina Bina Medika, penerapan TKDN dengan PT Dirgantara Indonesia, supervisi pembangunan pabrik bahan peledak dengan PT Dahana, serta konsultasi pengujian railway system dengan PT Len Industri.

“Harapan kami, dengan adanya sinergi BUMN ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjalani tugas BUMN sebagai penyelenggara perekonomian nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara optimal,” sebutnya.

Dian menjelaskan, pada 2019 ini pihaknya diberikan target untuk membukukan laba bersih sebesar Rp150 miliar atau naik 11,5%  dari tahun sebelumnya. Sedangkan, total aset ditargetkan naik 9,3% senilai Rp1,6 trilliun.  

Sedangkan, Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin mengatakan kerja sama dengan PT Surveyor Indonesia itu meliputi kerjasama kegiatan survei, verifikasi, inspeksi dan konsultansi teknis dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan di bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk industri dan prasarana. Antara lain, meliputi perencanaan dan desain awal, konstruksi, serta operasional dan pemeliharaan.

“Dengan PT Surveyor Indonesia kita sudah tidak asing. Terakhir, mereka yang menjadi konsultan pengawas independen Proyek Palapa Ring Paket Tengah yang kita kerjakan. Proyek Palapa Ring sendiri sudah COD (Commercial Operation Date) per tanggal 21 Desember 2018 lalu,” jelas Zakky.

Menurutnya, nantinya sebagai sesama BUMN kerja sama itu masuk ke dalam hal monitoring TKDN. Selain itu, kolaborasi itu pun termasuk dalam Kajian Dampak Lingkungan, Commisioning Supervision, hingga Supervisi Kualitas dan Kuantitas.

Yogo Triastopo / dnr

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 20:00 WIB

    Perbarindo Gagas Transformasi Digital BPR

  • Minggu, 17 Februari 2019 | 15:55 WIB

    AFPI Dukung Langkah OJK Berantas Fintech Ilegal

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 15:00 WIB

    Di Bandung, BTN Ajak 25 Developer Tawarkan KPR Gaes!

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 14:30 WIB

    KPR Gaes! Produk BTN Gaet Generasi Milenial

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 14:15 WIB

    XL Axiata Operator Kedua Terbesar Indonesia

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 15:00 WIB

    Samsung Penuhi Kebutuhan Monitor Layar Lebar

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 06:00 WIB

    XL Axiata Luncurkan Kartu Perdana XL Go Izi

  • Rabu, 13 Februari 2019 | 22:30 WIB

    JNE Bidik 20% Titik Layanan Baru

  • Rabu, 13 Februari 2019 | 20:30 WIB

    Iwapi Didorong Bangkitkan Ekonomi Sektor Pertanian