• Pemkot Bandung Siapkan Penataan Kawasan Dago dan Urai Kemacetan

    Oleh : Ghiok Riswoto22 Maret 2017 22:02
    INILAH, Bandung,- Pemerintah Kota Bandung akan segera melakukan penataan kawasan dago dengan membangun jalan untuk mengurai kemacetan dan apartemen rakyat. Langkah tersebut diambil menyusul dihibahkannya lahan eks TPA Dago dari pemerintah pusat yang selama ini menjadi kendala penataan kawasan sejak tahun 2011.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Yossi Irianto mengungkapkan, menyusul terselesaikannya status tanah eks TPA Dago yang selama ini menjadi kendala pembangunan, Pemkot Bandung bersiap untuk segera melakukan penataan wilayah Dago. Menurut Yossi, tanah tersebut saat ini sudah diserahkan pengelolaannya dari pemerintah pusat kepada Pemkot Bandung dalam bentuk hibah.

    Yossi mengatakan, Pemkot Bandung akan mengelola lahan seluas hampir 5000m2 itu menjadi apartemen rakyat. Berdekatan dengan lokasi itu juga akan dibangun jalan untuk mengurai kemacetan di daerah Dago Atas.

    "Saat ini prosesnya sedang tahap sosialisasi dan proses pematangan lahan. Saya sudah instruksikan camat lurah untuk menyusun peta rincikan area tersebut,” jelas Yossi, sesuai menggelar rapat koordinasi, Rabu (22/3)

    Yossi, menambahkan Pemerintah Kota Bandung juga telah menyiapkan rencana untuk memindahkan warga yang terkena dampak penataan area. Sebanyak 72 kepala keluarga akan disediakan tempat di apartemen rakyat yang sudah dibangun, yakni di Sadang Serang dan Rancacili.

    Yossi meyakinkan, sejalan dengan itu prinsip penataan wilayah di Kota Bandung yang tidak menghendakai adanya pihak yang dirugikan tetap akan menjadi pegangan. Sehingga warga yang tinggal di lahan milik Pemkot akan selalu dicarikan solusi terbaiknya.

    Yossi ingin agar kedua belah pihak sama-sama menyadari hak dan kewajibannya. Termasuk kika pembangunan Apartemen Rakyat Dago itu selesai, warga bisa menempati kembali wilayah tersebut dengan status yang lebih legal. "Ini merupakan wujud komitmen pemerintah kota bahwa kita tidak menggusur. Penataan ini adalah janji pemerintah pada tahun 2015,” tuturnya.

    Yossi menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga terkait pembangunan ini. Mereka pun telah siap untuk bergeser sementara ke Apartemen Rakyat sampai pembangunan selesai.

    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan, Arif Prasetya mengatakan, proyek penataan wilayah itu akan menghabiskan dana senilai hampir Rp30 miliar. “Itu sudah termasuk pembuatan jalan dan penataan lahan,” jelas Arif.

    Dia mengatakan, Pemkot Bandung tidah hanya akan membangun gedung apartemen saja. Di dalamnya, Arif telah merancang ada ruang-ruang ekonomi untuk warga. "Di daerah tersebut kan warga juga mencari penghidupan, ada tukang tambal ban, dan sebagainya. Nanti kita sediakan juga kios atau warung sehingga ada jangkauan ke tempat niaga,” kata Arif.

    Namun demikian, Arif mengaku masih akan fokus ke penataan perumahannya. "Untuk lokasi perekonomian masyarakat akan menyusul dibangun setelah penataan ruang pemukimannya selesai, sebagaimana di instrusksikan oleh Pak Sekda," jelasnya. (*)