• Kota Bandung Canangkan Program Pro Veteran

    Oleh : Yogo Triastopo11 Agustus 2017 15:41
    INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencanangkan sejumlah program yang berpihak terhadap veteran. Hal itu, dilakukan sebagai bentuk penghargaan pemerintah kepada mantan para pejuang.

    "Bandung kota ramah pejuang karena satu-satunya pemerintah daerah yang menempatkan bidang khusus Lansia termasuk di dalamnya veteran," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bandung Dedi Sopandi via telepon selulernya pada Jumat (11/7/2017).

    Menurut dia, kebijakan tersebut sama sekali berbeda dengan daerah lainnya yang menempatkan urusan Lansia di bidang rehabilitasi sosial di mana di dalamnya terdapat urusan pra keluarga sejahtera dan PMKS.

    "Itu yang salah. Veteran seringkali tersinggung dengan kebijakan pengurusan yang tidak terpisah dari urusan pra keluarga sejahtera dan penyandang masalah kesejahteraan sosial," ucapnya.

    Apabila melihat program-program di negara maju, dituturkan dia, hak anak, pejuang maupun Lansia didahulukan. Satu contoh adalah dengan digratiskannya moda transportasi bus bagi para Lansia.

    "Di kita belum sampai ada bus gratis bagi veteran. Kita ada upaya menuju ke sana, akan tetapi kita butuh waktu, regulasi dan pembiayaan," ujar dia.

    Sambung Dedi, pihaknya akan menggelar serangkain kegiatan dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional di 2017 ini. Di antaranya adalah bazaar murah, sosialisasi jiwa semangat, lomba foto dan lainnya.

    "20 Agustus kita menggelar helar festival di Dago. Ada parade kendaraan zaman dulu, paskibra, kelompok sepeda onthel dan lainnya. Titik akhir parade ini ada di Balai Kota Bandung," ucapnya.

    Ditambahkan Kabid Humas Sekretariat Daerah Kota Bandung Yayan A Brillyana, berbagai program yang dicanangkan Kota Bandung merupakan komitmen nyata untuk membuat veteran merasa nyaman.

    "Ke depan setiap Gapura Kujang Kencana di kewilayahan yang berlokasi di tempat bersejarah akan ditambahkan tulisan mengenai peristiwa yang pernah terjadi di masyarakat," kata Yayan. [ito]