• Headline

    Ridwan Kamil : Tiang Listrik di Indonesia Kuat-Kuat

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri21 November 2017 15:19
    ‎INILAH, Bandung - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil berkelakar soal tiang listrik. Dia mengakui ketangguhan tiang listrik di Indonesia yang mempunyai kekuatan cukup tinggi.

    Pernyataan Emil (panggilan Ridwan Kamil) ini menyertai instruksinya kepada ‎Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Prasrana Sarana Utilitas Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Arif Prasetya untuk menggalakan program penanganan terhadap pohon yang sudah uzur di sejumlah daerah.

    ‎Menurut Emil, pohon yang sudah tua dan memiliki dahan keropos sangat berbahaya. Karena berpotensi patah tiba-tiba dan menimpa banyak objek, tanpa terkecuali tiang listrik.

    "Saya tiitp ke Pak Arif mulai minggu ini kita pencanganan bulan ‎pemangkasan pohon, jangan sampai ada pohon menimpa rumah, mobil, menimpa tiang listrik walaupun saya akui tiang listrik di Indonesia kuat-kuat,‎" kata Emil di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Bandung, Selasa (21/11).

    Sementara ketika ditanya soal tetapkannya Setya Novanto ‎sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik, Emil menegaskan bahwa dirinya samasekali tidak memiliki keteriktan untuk memberikan pernyataan apapun. Sekalipun pria yang biasa dipanggil Setnov itu menjabat ketua umum DPP Partai Golkar, partai yang mendukungnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

    Tiang listrik pun menjadi bahan candaan setelah Setnov mengalami insiden kecelakaan tunggal, dimana mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik. Kemudian Ketua DPR RI tersebut dibawa ke rumah sakit dan dianggap mendapat luka parah akibat kecelakaan itu.

    "Saya ga ada kapasitas, saya ga ngerti kenapa menghubungkan ke pribadi saya. Jadi pertanyaan ‎beliau ke saya tidak relevan," jelasnya.

    Ketika disinggung apakah akan menengok Setnov, lagi-lagi Emil menepis pertanyaan tersebut karena dirinya tidak memiliki kedekatan personal dengan Setnov. Dia menegaskan bahwa hubungannya dengan Setnov hanya kapasitasnya sebagai petinggi partai yang mendukungnya di Pilgub Jawa Barat 2018.

    "Saya tidak dalam kapasitas hubungan pribadi dengan saya, semua ini hubungannya kelembagaan, kalaupun ketua Golkar bukan pak setnov kan proses tentang pilkada sama saja," pungkasnya. [jek]