• PDAM Tirtawening Bangun Jalur Distribusi Baru

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri10 Januari 2018 19:00
    INILAH, Bandung - PDAM Tritawening akan memulai ‎pembuatan Jaringan Distribusi Utama (JDU) untuk menambah pelayanan di kawasan perbatasan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung di bagian selatan. Jaringan baru ini dialokasikan untuk memberikan pelayanan bagi 100 ribu orang.

    ‎JDU yang akan dibuat sepanjang 9 km tersebut akan menjadi jalur distribusi air menjangkau empat kecamatan, yakni Kecamatan Bojongloa Kidul, Kecamatan Bandung Kidul, Kecamatan Regol dan Kecamatan Astana Anyar. Mencakup delapan kelurahan didalamnya seperti Kelurahan Wates, Mengger, Batununggal, Cigeureuh, Mekarwangi, Cibaduyut, Kebonlega dan Kelurahan Karasak.

    "Alhamdulilah PDAM Tirtawening Kota Bandung telah menandatangani kontrak untuk pembangunan jaringan distribusi utama yang akan digunakan untuk mendistribusikan air minum diwilayah Blok Tegalega‎," kata Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sonny Salimi di Jalan Badak Singa, Bandung, Rabu (10/1).

    ‎Sonny melanjutkan, pembuatan JDU baru ini merupakan hasil kerjasama PDAM Tirtawening dengan Tirta Gemah Ripah Provinsi Jawa Barat dan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung. Dari JDU yang dibuat baru tersebut Kota Bandung akan mendapat distribusi air sebanyak 200 liter perdetik.

    "Sementara ini baru diproduksi 350 liter per detik, 150 untuk Kabupaten Bandung dan 200 untuk Kota Bandung tapi yang 200 itu kita harus beli jadi kita beli air curah Tirta Gemah Ripah," ‎tegasnya.

    nah 200 ltr per detik klo jita mlht standar who atau pu, itu kira2 kita bisa alokasikan atau bisa meberikan pelauanan utk 16 rb sampai 20rb pelanggan baru.

    Sonny memaparkan, sesuai dengan standarisasi dari WHO dan PU, distribusi air sebanyak 200 liter perdetik tersebut mampu melayani 16.000 sampai 20.000 pelanggan baru. Sebelumnya, di kawasan perbatasan kota bagian selatan di kawasan Tegalega dan Moh. Toha sudah terdata sekitar lima hingga enam ribu pelanggan lama.

    "Jadi asumsinya satu sambungan untuk rumah dihuni oleh lima jiwa. Kalau distribusi mencapai 20 ribu pelangan, maka mampu memberikan pelayanan untuk 100.000 jiwa," ‎ulasnya.

    Diungkapkan Sonny, ketika sudah mulai pembangunan JDU secara bersamaan juga dilakukan pendataan ataupun pendaftaran bagi masyarakat sekitar yang akan terjangkau jalur distribusi baru ini. Selain itu, PDAM Tirtawening bakal berkoordinasi dengan sejumlah perumahan dan komplek pemukiman.

    "Namun sekarang ini sedang digodog teknisnya seperti apa sehingga saat proyek terselesaikan pelanggan bisa langsung tersambung. Selambat-lambatnya tahun 2019 itu sudah dimulai," tandasnya. [jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT