• Headline

    DLHK Tertarik Alat Pengolahan Sampah Plastik Buatan Dimas

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri21 Mei 2018 18:56
    INILAH, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLH) Kota Bandung cukup terkesan dengan alat pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar yang dikembangkan oleh Dimas Bagus Wijanarko bersama komunitas Get Plastic. Alat tersebut dinilai cocok diterapkan di Kota Bandung.

    Sekretaris DLHK Kota Bandung, Dedy Dharmawan mengatakan pihaknya tertarik untuk menggunakan alat pengolah sampah plastik tersebut. Namun, harus diperhitungkan dimensi dari alat tersebut karena akan diaplikasikan untuk kebutuhan cukup besar, sekalipun di tingkat RW.

    "Kita akan coba manfaatkan hasil karya anak bangsa untuk di Kota Bandung, sedang kita hitung skalanya. Sebenarnya untuk skala kecil di wilayah bisa digunakan, sehingga masing-masing sampah jadi barokah di wilayahnya," kata Dedy di Kantor DLHK, Jalan Sadang Serang, Senin (21/5).‎

    Menurut Dedy, alat pengolah sampah menjadi salah satu inovasi untuk penuntasan masalah sampah di Kota Bandung. Karena, sambung dia, sekalipun hanya baru sampah plastik tapi habis diolah di sumber awalnya.

    Seperti di tingkat RW, Dedy berpendapat pengolahan sampah tidak lagi menggunakan metode konvesional dengan membuang sampah dan kemudian diangkut oleh petugas kebersihan ke TPA.

    "Ternyata sampah plastik bisa habis oleh alat ini. Sehingga kalau diolah dari sumbernya maka sampah akan habis di sumber, tidak ada yang ke TPS cukup berhenti di RW," ujarnya.

    Keunggulan lainya, Dedy juga cukup tertarik dengan biaya pembuatan alat yang tergolong murah. Kemudian, proses pengolahan yang lebih singkat, bahkan memberikan nilai lebih dengan menghasilkan bahan bakar.

    Oleh karenanya, Dedy tidak menutup kemungkinan bahwa alat pengolahan sampah plastik ini bisa dimiliki oleh tiap RW. Dari segi pembiayaan dia memperkirakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mampu untuk menganggarkan.

    "Saya dorongnya bisa digunakan per RW, hasilnya bisa digunakan untuk bahan bakar motor pengakut sampah. Selain itu juga bisa digunakan untuk aktivitas disitu, seperti tukang gorengan. Intinya sampah berhenti di sumber melalui teknologi sederhana yang ramah lingkungan dan bisa cepat," ungkapnya.

    Ditegaskan Dedy, DLHK akan segera mengkaji agar bisa mengadakan pengolahan sampah plastik tersebut. Dia juga harus berkoordinasi bersama Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bandung. "Pinginnya kita targetkan tahun depan," pungkasnya.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT