• Headline

    Jabar Energi Bangun 4000 Jaringan Gas di Depok

    Oleh : Dea Andriyawan19 Juni 2017 14:58
    INILAH, Bandung - Setelah merintis Pengelolaan Jaringan Gas (jargas) kota sejak 2010 lalu, PT Jabar Energi kini bersiap menggarap proyek jaringan gas baru kota Depok untuk 4000 jaringan rumah tangga baru.

    Direktur PT Jabar Energi Mungki Rahadian menuturkan anak perusahaan BUMD PT Jasa Sarana tersebut memastikan proyek ini merupakan tindak lanjut dari pengelolaan jaringan gas (jargas) kota yang sudah digarap sejak 2010 lalu tersebut.

    “Dalam waktu dekat kami berencana menambah jaringan gas Kota Depok sebanyak 4000 rumah tangga baru,” katanya di Bandung, Senin (19/6/2017).

    Menurut Rahadian, selain menambah jaringan gas baru, pihaknya juga tengah memroses pengembangan jaringan gas kota Depok untuk wilayah Margonda Raya.

    Rahadian memastikan proyek ini akan berjalan mulus, untuk itu pihaknya meminta dukungan dari Pemprov Jabar dan Kota Depok serta Kementerian ESDM.

    “Agar pengelolaan jargas Kota Depok tetap terus dipercayakan ke PT Jabar Energi,” tuturnya.

    Rahadian yang baru menjabat direktur sejak April 2017 ini mengaku, pihaknya memiliki visi mengemban amanah dari Jasa Sarana yaitu menjadi perusahaan infrastuktur energi terpadu dan terkemuka yang berkomitmen terhadap pemenuhan energi di Jawa barat.

    “Visi ini membawa konsekuensi logis bahwa PT JE harus mampu memberikan pelayanan terhadap masyarakat Jawa Barat dalam bidang energi dengan melakukan pengembangan usahanya menjadi sebuah perusahaan jasa yang bergerak di bidang perekayasaan, perdagangan dan konstruksi pada usaha-usaha hilir migas” paparnya.

    Dia juga nenastikan untuk bisa merealisasikan visi tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai langkah-langkah strategis yang salah satunya adalah melakukan efisiensi biaya operasional perusahaan.

    “Efisiensi ini harus dilakukan agar perusahaan dapat secara leluasa melakukan perluasan usahanya dan memberikan ruang bagi terciptanya system keuangan yang lebih accountable,” ujarnya.

    Langkah tersebut kemudian diikuti dengan bekerjasama dengan Bank BNI untuk melakukan take over pembiayaan PT JE. Bank BNI telah menyetujui proposal pembiayaan dengan mengambil alih pembiayaan sebelumnya dan memberikan fasilitas top up pembiayaan.

    Rahadian memaparkan fasilitas top up ini akan digunakan untuk investasi pembelian Head Truck sebagai bagian dari pengembangan usaha menambah armada pengangkut Gas Elpiji Subsidi pada lini bisnis SPPBE yang telah eksis sejak tahun 2015.

    “Kami yakin kerjasama pembiayaan ini akan dapat menjadi salah satu pintu bagi peningkatan keuntungan bagi perusahaan,” tandasnya. [ito]




meikarta.. the world of ours