• Headline

    Miliki KTA, Demiz Kini Kader Partai Demokrat

    Oleh : dea21 November 2017 18:30
    fotografer: Syamsuddin Nasution

    INILAH, Bandung - Kandidat Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar resmi mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat. Dengan demikian, Demiz sapaan akrabnya, sah menjadi keluarga besar partai yang juga dia dirikan tersebut.

    Meski KTA dengan nomor 3275002407 itu belum dikantonginya, namun Wakil Gubernur Jabar tersebut sudah menerima salinan berupa foto KTA Partai Demokrat atas nama dirinya yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp.

    "Sudah, sudah jadi kader (Partai Demokrat), tapi (KTA) belum sampai, baru dikirim lewat WA (WhatsApp)," ungkap Demiz usai melakikan safari politiknya ke pengurus DPW PPP Jabar, di Kantor DPW PPP Jabar, Kota Bandung, Selasa (21/11/2017).

    Setelah itu, Demiz pun menunjukan salinan KTA tersebut dari ponselnya atas permintaan awak media.

    Demiz menjelaskan, kemantapan dirinya untuk menjadi kader Demokrat karena memang dirinya menjadi salah satu pendiri partai tersebut. Selain itu, ia juga tidak menampik jika pilihannya itu demi mendapatkan dukungan partai berlambang bintang mercy itu di ajang Pilgub Jabar 2018.

    "Saya kan pendiri Demokrat, jadi bukan barang baru. Salah satunya itu (Jadi kader Demokrat untuk mendapatkan dukungan). Dan saya tidak keberatan. Jadi istilah Pak Sekjen (Partai Demokrat), kembalinya si anak rantau," tutur Deddy sambil tertawa.

    Ia pun menjelaskan, dirinya sudah mengantongi dukungan dari tiga partai untuk bertarung pada Pilgub Jabar, yakni dari Partai Demokrat, PKS, dan PAN di tingkat Jabar.

    Akhir bulan November atau awal bulan depan lanjutnya, ia berharap, ketiga partai tersebut secara bersama-sama mendeklarasikan dirinya sebagai cagub Jabar.

    "Pengumuman dulu baru deklarasi secara resmi, kita tidak mau sendiri sendiri," ujarnya.

    Disinggung sosok yang akan menjadi pendampingnya di Pilgub Jabar 2018, Deddy menjelaskan, meski belum menjadi keputusan final, dirinya hingga kini masih dipasangkan dengan kader PKS Ahmad Syaikhu.

    "Karena memang Demokrat dan PKS kursinya sama (12 kursi di DPRD Jabar). Dari Demokrat, PAN tidak ada syarat, ya PKS yang punya hak jadi wakil. Sementara ini yang diajukan PKS ya Achmad Syaikhu," pungkasnya. [jek]



    TAG :


    Berita TERKAIT