• Headline

    Warga RW 11 Tuding Emil Ingkari Janji

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri06 Desember 2017 14:11
    INILAH, Bandung - Warga RW 11 Tamansari kecewa kepada Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil yang dianggap ingkar janji lantaran tidak melaksanakan komitmennya untuk menghentikan segala kegiatan rencana pembangunan rumah deret hingga terjalin kesepakatan dengan seluruh warga.

    Juru bicara Forum Warga RW 11 Tamansari, Nanang Hermawan‎ menyatakan bahwa sesuai hasil pertemuan terakhir pada 6 November silam, Emil (panggiln Ridwan Kamil) memberikan instruksi bahwa segala kegiatan pembangunan rumah deret dihentikan sementara.

    "Seluruh pekerjaan mulai dari pengeboran dan pemagaran, kan janjinya kalau udah clear semua, dikuatkan pada pertemuan di YPAC Pak Wali sudah menginstruksikan tidak ada pengerjaan," kata Nanang ditemui di RW 11 Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Rabu (6/12).

    ‎Sejak 2 Desember lalu, Nanang menyebut adanya beberapa pekerja yang melakukan pengeboran di wilayah RW 11. Hal itu disinyalir sebagai bagian dari proses pembangunan rumah deret.

    ‎"Pengembang katanya sudah mendapat tugas per 29 November dari DPKP3 (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan) untuk memulai pekerjaan. Jadi apa kata satuan kerja dan Pak Wali tidak sinkron, jalan masing-masing‎ jelas bertolak belakang,‎" bebernya.

    Menurut Nanang, proses pengeboran tersebut sudah mengganggu ketenangan warga RW 11, karena menimbulkan suara yang sangat bising.‎ Selain itu, tidak ada pemberitahuan dan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga setempat.

    ‎"Pengeboran di RT 05 itu suaranya bising di waktu kerja. Pengeboran sejauh 30 meter itu juga rentan kerusakan saluran air, sumur air dan septic tank," jelasnya.

    Dipaparkan Nanang, pada dini hari tadi pukul 02.00 sudah datang kendaraan alat berat, eskavator (beko), yang terparkir di lahan terbuka di bawah jembatan layang Pasopati.‎ "Sekarang ditambah lagi ada Beko datang tadi jam 2 subuh," tegasnya.

    Setelah pertemuan pada 6 November lalu, Nanang beserta seluruh warga pemilik 65 bangunan yang belum sepakat dengan kompensasi berembuk soal tawaran terbaru dari Emil, perihal upaya penggantian bagi warga.‎

    Namun, belakangan apa yang dijanjikan Emil saat pertemuan tidak sesuai dengan ekspetasi warga ketika mendapat surat dari DPKP3.

    "Jadinya itu ‎uang sewa per rumah, ‎kemudian diskon tetap 50 persen, dan kerohiman tetap 75 persen, itu pun pengembang hanya mampu 20 persen," ujarnya.

    Belakangan, sambung Nanang, warga mendapat edaran dari PT. Sartonia Agung berisikan kompensasi yang justru nilainya semakin berkurang dari tawaran BPKP3.

    "Dari Sartonia Agung itu penggantian dari 50 persen NJOP dan lima tahun pertama langsung sewa diskon 50 persen, jadi tidak gratis. Ini si pengembang pasti sengaja ngurangin nanti mau minta lebih sama Pemkot," terangnya.

    ‎Rencananya, Nanang bersama warga RW 11 Tamansari akan melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada Kamis (7/12), soal surat ganti rugi yang dinilainya tidak sinkron dan tidak sesuai dengan janji Emil sebelumnya.[ito]