• Headline

    Dua Jam, 56 Pengemudi Terjaring Operasi 'Persimpangan Berperadaban'

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri19 Maret 2018 12:26
    fotografer: Inilah/Asep Pupu SB
    INILAH, Bandung - Dalam waktu dua jam, 56 pengemudi yang melewati perempatan Jalan Cikutra - PHH Mustopha terjaring operasi penindakan program ‎'Persimpangan Berperadaban'. Para pelanggar ini didominasi kendaraan roda dua.

    Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Asep Kuswara ‎menuturkan, rata-rata para pelanggar beralasan sedang terburu-buru, sehingga tidak mematuhi peraturan. Operasi ini dilakukan selama dua jam, mulai pukul 07.00 - 09.00 WIB.

    "Jadi di sini Persimpangan Berperadaban sesuai tim ATCS bahwa di Cikutra salah satu paling besar pelanggaran. Macam-macam pelanggarannya ya seperti tidak pakai helm, kedua sudah pakai tapi tidak diklik, ketiga melebihi zebra cross," kata Asep saat ditemui usai operasi di Jalan Cikutra, Senin (19/3).

    ‎Selain dishub, tim gabungan juga turut beranggotakan dari Polrestabes Bandung dan Jasa Raharja. Khusus untuk penindakan langsung di lapangan diserahkan kepada pihak kepolisian.

    Asep mengatakan, untuk beberapa pelanggaran ringan seperti helm yang belum diklik talinya tidak ditindak berupa penilangan. Namun, sambung dia, tetap diberi teguran keras agar menjadi perhatian lantaran menyangkut dengan keselamatan.

    "Kalau sosialisasi tidak akan beres tapi harus ada penindakan oleh kepolisian di samping itu teknis kelaikan knalpot sen, pelat nomor, lampu, walaupun hanya sebatas sosialisasi atau keselamatan," terangnya.

    Tercatat sebanyak 56 pelanggar telah ditindak ‎menggunakan E-Tilang. Selain melanggar auran lalu lintas dan kelaikan kendaraan yang menyangkut keselamatan, tak sedikit pula yang ditemui pelanggaran administrasi surat kelengkapan.

    "Kita harus memberikan efek jera bagi pemakai jalan. Dalam hal ini nanti Rabu di Padasuka, Jumat balik lagi ke sini," tegasnya.

    Di samping melakukan penindakan, program Perempatan Berperadaban ini juga mengedukasi masyarakat perihal tata cara menyeberang jalan yang baik dan benar. Sebab para pejalan kaki juga mempunyai hak di perempatan jalan.

    Sementara itu, kolaborator dari relawan Gerakan Bandung Disiplin, Hendro Talenta ‎berharap program ini bisa membuat masyarakat sadar betapa pentingnya menjaga ketertiban berlalu-lintas. Selain menyangkut kepentingan umum dan hak banyak orang, juga soal keselamatan.

    ‎"Kalau sekarang pagi sudah tertib harapannya nanti siang sampai malam tetap tertib juga.‎ Inginnya ini bertahan sampai jadi budaya," pungkas Hendro. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT