• Headline

    Server Ngadat, Perekaman KTP-El di Kabupaten Bandung Terganggu

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha16 Mei 2018 19:40
    fotografer: Ilustrasi
    INILAH, Bandung - Untuk sementara warga Kabupaten Bandung belum dapat melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) akibat gangguan jaringan server yang terjadi hampir satu pekan ini.

    Seorang warga Desa Parungserab Kecamatan Soreang, Resa Fitrani (17) mengaku sudah beberapa kali mendatangi Kantor Kecamatan Soreang, untuk melakukan perekaman KTP-el.

    "Sudah dari Jumat kemarin bulak balik ke Kecamatan, tapi kata petugas servernya lagi error. Jadi masih belum bisa perekaman," kata Resa saat ditemui di Soreang, Rabu (16/5/18).

    Reza menyayangkan tak berfungsinya server yang hampir satu pekan ini. Sehingga pelayanan kepada masyarakat pun tidak maksimal, apalagi belum diketahui kapan server tersebut bisa kembali normal.

    "Belum tahu soalnya petugasnya juga tidak tahu kapan bisa perekaman. Padahal sekarang saya kebetulan lagi libur sekolah, biasanya kan suka susah soalnya pulang sekolah sore terus," ujarnya.

    Akibat gangguan server tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung meminta maaf kepada masyarakat, karena proses pencetakan KTP-el satu pekan ke depan tidak akan berjalan maksimal.

    Kepala Bidang Pendataan Penduduk di Disdukcapil Kabupaten Bandung, Kasta Wiguna mengatakan, sejak Jumat (11/5) lalu server Kementerian mengalami gangguan.

    "Ada maintenance dari pusat yang menyebabkan jaringan di Kabupaten/Kota terganggu, termasuk Kabupaten Bandung. Sehingga perekaman KTP-el belum bisa dilakukan," katanya.

    Menurutnya, sejak akhir pekan lalu memang di seluruh kantor Kecamatan dan di Disdukcapil tidak bisa melayani perekaman dan pencetakan KTP-el. Namun, saat ini proses perbaikan telah selesai, meski masih menyisakan kendala yakni belum bisa melakukan pencetakan.

    "Recovery data untuk pencetakan memang cukup rumit, jadi memerlukan waktu. Perekaman mulai hari ini (kemarin, red) sudah bisa, cuma memang belum normal 100,"katanya.

    Walaupun sudah mulai bisa diakses, kata dia, saat akan mencetak server masih berjalan lambat. Teknisi dari Kementerian Dalam Negeri pun sudah melakukan perbaikan.

    "Kami mohon maaf belum bisa memastikan waktu kapan pencetakan akan berjalan normal kembali karena butuh proses untuk maintenance. Mudah-mudahan pekan depan bisa running seperti biasanya," ujarnya. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT