• Ngabuburit Memanah di Pelataran Masjid Al Fathu

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha17 Mei 2018 18:11
    INILAH, Bandung- Menunggu waktu berbuka puasa sambil belajar memanah menjadi salah satu aktivitas dari komunitas Al Fatih Archery Kabupaten Bandung.

    Selain mengasyikan, banyak manfaat dari belajar memanah yang memang menjadi salah satu sunah Rosululloh Nabi Muhammad SAW. Yakni olahraga, melatih konsentrasi, kesabaran.

    "Tak hanya itu saja, dalam olahraga memanah ini ada juga adab atau aturan yang tidak memperbolehkan seorang pemanah untuk tidak sombong ketika anak panah yang dilesatkannya tepat sasaran. Sebaliknya tidak boleh putus asa atau patah semangat jika anak panah tak mengenai sasaran. Jadi olahraga ini juga saya bilang bisa juga memperhaiki ahlaq si pemanahnya itu sendiri,"kata sekretaris komunitas Al Fatih Archery Kabupaten Bandung, Faza Fadhilah Hunsan (19) di pelataran Masjid Al Fathu Soreang, Kamis (17/5/18).

    Menurut Faza, komunitas yang beranggotakan puluhan orang itu memang biasa berlatih dan berkumpul di halaman Masjid Al Fathu Soreang.

    Biasanya mereka berkumpul dan berlatih setiap Sabtu dan Rabu. Namun mereka juga tidak terpatok pada jadwal yang telah ditentukan saja, anggota komunitas bisa kapan saja datang dan berlatih di tempat itu.

    Faza mengatakan, dalam memanah terdapat beberapa adab atau aturan yang harus ditaati. Seperti tidak boleh mengacung ngacungkan anak panah dengan mata panah ke atas.

    Anak panah harus dipegang dengan posisi mata panah ke bawah. Kemudian tidak boleh melesatkan anak panah ketika di depan papan target ada orang atau apapun mahluk hidup yang melintas.

    Faza menambahkan, dalam olahraga memanah ini, biasanya terdapat dua jenis busur yakni tradisional dan modern. Busur modern biasanya terbuat dari bahan fiber namun ada juga yang terbuat dari bahan campuran antara kayu, tanduk dan fiber.

    "Bedanya kalau yang modern itu kan sudah pakai teleskop untuk akurasi lesatan panahnya. Nah kalau yang tradisional tanpa teleskop, untuk mengasah insting seorang pemanah dalam membidik targetnya. Yang saya pakai ini jenis panah tradisional Turkis bow untuk pemanah berkuda (horse bow). Masih banyak jenis busur tradisional lainnya, seperti Jamparing dari Jawa, Rancatan Bow dari Sumedang dan Long Bow dari Papua,"katanya.

    Faza melanjutkan, hobinya berolahraga memanah ini digelutinya sejak beberapa tahun terakhir ini. Meski demikian pria yang tercatat sebagai mahasiswa semester II Jurusan Bahasa Arab di Ma'had Al Imarat Kota Bandung itu telah beberapa kali mengikuti kejuaraan.

    TAG :


    Berita TERKAIT