• Industri Animasi Minta Kemudahan Investasi di Cimahi

    Oleh : Ahmad Sayuti22 Mei 2018 18:33
    INILAH, Cimahi- Cimahi Creative Animation (CCA) mengklaim jika potensi dari sektor industri kreatif di Kota Cimahi cukup besar. Syaratnya, Pemkot atau pemerintah pusat harus memberikan kemudahan dari sisi perizinan dan pajak tidak mahal.

    Ketua CCA Rudi Sutedja mengaku potensi investasi dari industri creative cukup lumayan besar, terutama di bidang animasi. Semua bisa jadi sumber pemasukan daerah (PAD) bagi Cimahi, jika Pemkot benar-benar serius menggalinya.

    "Potensinya besar. Masalahnya investor itu saat mau nyimpan uangnya, pasti nanya mudah nggaknya. Itu yang harus disiapkan (Pemerintah)," katanya saat dihubungi, Selasa (22/5/2018).

    CCA pun mendorong Pemkot dan pemerintah pusat untuk membuat solusi, dalam artian menciptakan iklim berinvestasi yang mudah, dan lebih melindungi para pelaku industri kreatif di Indonesia.

    Selain itu, pajak penayangan karya animasi di televisi nasional cukup mahal, belum lagi ditambah biaya produksinya. Khusus di Cimahi, dalam sekali order dari satu studio, nilainya bisa mencapai Rp 2 miliar per tahun.

    "Pajak kita PPN 10 persen. Padahal pajak dari luar (negeri) kalau sudah jadi film sangat murah, mungkin hanya 2-3 persen saja dari PPN," ujarnya.

    Sementara itu Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi, Nila Lies Setiawati mencatat total investasi dari kegiatan industri kreatif, seperti dari animasi dari tahun 2009-2017 mencapai Rp 17 miliar.

    Sementara realisasi nilai investasi yang masuk sepanjang 2017 dari Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) 2.239 perusahaan mencapai Rp 8,9 triliun lebih. Itu didapat berdasarkan SIUP dari perusahaan besar, menengah, kecil, dan mikro.

    Mengenai perusahaan yang menanamkan modalnya di Cimahi, menurutnya, mayoritas industri dan perdagangan. Melonjaknya realisasi investasi di Kota Cimahi tidak terlepas dari upaya pengawasan dan pengendalian DPMPTSP.

    Nila menjelaskan, selama ini investasi di Cimahi berbasis potensi lokal yang terdiri dari empat klaster. Di antaranya klaster makanan dan minuman, klaster industri tekstil dan produk tekstil, klaster kerajinan (craft) serta klaster telematika.

    Untuk meningkatkan nilai investasi yang ada, pihaknya telah membuat program pendataan ulang mengenai potensi investasi di Cimahi. Sebab, masih banyak potensi-potensi investasi yang masih bisa digali.

    "Khususnya dibidang animasi, kita mau fokus ke situ. Kita dalami lagi," ujarnya.



    TAG :


    Berita TERKAIT