• Headline

    Ditinggal Berkebun, Tujuh Rumah di Desa Jatisari Ludes

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha20 Juni 2018 18:19
    INILAH, Bandung- Sebanyak tujuh rumah warga di Kampung Legok Harendong RT3 RW 4 Desa Jatisari Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung terbakar, pada Rabu (20/6) sekitar pukul 10.30 WIB. Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting listrik itu tak menimbulkan korban jiwa.

    "Api bermula dari salah satu rumah, karena rumah di sini berdempetan dengan cepat merembet ke rumah lainnya. Untungnya warga segera memadamkan api, sehingga enggak terus merembet ke rumah lainnya," kata Ade Taryana (43) salah seorang warga sekitar di lokasi kejadian.

    Menurut Ade, meski tak menimbulkan korban jiwa, namun dalam kejadian itu tak ada barang yang berhasil diselamatkan dan hanya menyisakan puing-puing bekas amukan api yang membakar tujuh rumah tersebut.

    Tujuh rumah tersebut masing-masing milik Adung (45), Endek (70), Dadang (30), Udung (85), Endang Mustofa (40), Rahmat Ono (65) dan Kurnia (30). Selain tujuh rumah tersebut, lima rumah lainnya yang lokasinya sangat berdekatan, sebagian ikut terbakar dan mengalami rusak ringan.

    Ketua RW 4, Syarif Hidayat mengatakan, api yang membakar tujuh rumah tersebut bermula dari rumah Kurnia, diduga akibat korsleting listrik. Dalam waktu kurang lebih 30 menit, kata dia, api dengan cepat merembet dan membakar rumah lainnya yang berdempetan.

    "Para pemilik rumah semuanya lagi tidak ada, karena lagi pada kerja di kebun sehingga tidak ada korban jiwa. Saat kejadian ada di rumah itu, istrinya pak Kurnia. Sehingga, tidak ada barang-barang yang berhasil diselamatkan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ujar Syarif saat ditemui di lokasi kejadian Rabu sore.

    Sepengetahuan Syarif, api muncul pertama kali di bagian atap rumah Kurnia. Posisi rumah Kurnia dan tiga rumah lainnya berada di blok bawah, dan tiga rumah lainnya di blok atas.

    "Warga sekitar juga sama kebanyakan lagi pada kerja, karena warga sini rata-rata buruh. Makanya tidak keburu membantu menyelamatkan barang-barang korban," katanya.

    Dikatakan Syarif, api berhasil dipadamkan oleh warna sekitar dengan menggunakan alat seadanya dan mengambil sumber air terdekat. Satu jam setelah kejadian tepatnya pukul 11.30 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi.

    "Ketika damkar datang, api sudah padam oleh warga. Petugas damkar melanjutkan dengan pendinginan. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 500 juta," katanya.

    Para korban yang rumahnya ludes terbakar, kata Syarif, untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat dan saudaranya yang lokasinya tidak begitu jauh dari rumah korban.

    "Seandainya api tidak keburu dipadamkan oleh warga, kemungkinan lima rumah lainnya yang rusak ringan juga bisa habis terbakar,"ujarnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT