• Headline

    Jangan Mencoba Parkir Sembarangan di Kota Bandung

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri11 Juli 2018 18:28

    INILAH, Bandung " Masyarakat Kota Bandung rupanya masih belum semuanya bisa tertib dalam memarkirkan kendaraannya. Terbukti dari upaya penggembokan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) yang selalu mengeksekusi puluhan kendaraan setiap harinya.

    Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi ( PDKT) Dishub Kota Bandung, Asep Koswara mengatakan langkah tegas penggembokan kendaraan yang parkir sembarangan akan terus digalakan, agar bisa memberikan efek jera bagi para pelanggar sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat luas.

    “Hari ini saja ada 44 unit kendaraan yang kita lakukan penindakan. Kendaraan roda dua sebanyak 18 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 26 unit,” kata Asep saat dihubungi wartawan Rabu (11/7).

    Asep kembali menegaskan bahwa langkah untuk penggembokan hanya diberlakukan untuk kendaraan roda empat yang terparkir liar. Apalagi sampai mengganggu kelancaran lalu lintas ataupun mengambil wilayah trotoar.

    “Jadi tergantung jenis pelanggarannya. Kalau roda empat pasti digembok. Kalau roda dua diangkut," katanya,” cetusnya.

    Diapaparkan Asep, beberapa titik yang cukup marak menjadi parkir liar yakni kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan serta deretan pertokoan. Seperti diantaranya kawasan Jalan Otista, Jalan Wastukencana, Jalan Cicendo, Jalan Sudirman, Jalan Purnawarman, dan Jalan Suniaraja.

    Asep pun mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menyimpan kendaraannya di tempar parkir resmi. Sebagai salah satu cirinya yakni adanya juru parkir yang menggunakan seragam resmi dari Dishub kota Bandung.

    “Lebih baik di tempat parkir resmi aja biar lebih tenang,” cetusnya.

    Guna terus menindak tegas para pelanggar parkir, Asep menyebutkan sekarang ini pihaknya sedangn mempersiapkan aturan perihal penderekan, penggembokan, dan penggembosan ban yang disertai denda. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar parkir liar di Kota Bandung.

    “Kita lagi bikin perda untuk membuat efek jera yaitu salah satunya derek mobil Rp 500 ribu dan untuk roda 2 Rp 50 ribu untuk dereknya serta ada operasi cabut pentil (OCP). Mudah-mudahan ada efek jera,” tandasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT