• Headline

    Karyawan PT CBS Demo di Depan Gerbang Tol Soroja

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha12 Juli 2018 12:49
    fotografer: Rd Dani Rahmat Nugraha
    INILAH,Bandung- Puluhan pekerja dari PT. Citra Bangun Selaras (CBS) dan beberapa vendor sub kontraktor pelaksana proyek pengerjaan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Tol Soroja di Soreang, Kamis. (12/7/18). Mereka menuntut sisa pembayaran dari PT. Wijaya Karya (Wika) sebesar Rp 19 miliar.

    Berdasarkan pantauan INILAH, puluhan orang tersebut itu membentangkan spanduk di tepi jalan akses keluar gerbang tol Soroja di Soreang. Spanduk putih bertuliskan "Mohon maaf perjalanan anda terganggu, ada aksi unjuk rasa penyelesaian pembayaran pekerjaan proyek tol Soroja". Puluhan orang ini juga membagikan bendera kertas yang bertuliskan tuntutan kepada PT Wika.

    Aksi yang baru berlangsung sekitar 10 menit itu, terhenti dengan kedatangan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Bandung,Cecep Suhendar yang meminta aksi tersebut dihentikan karena mengganggu arus lalu lintas kendaraan yang hendak keluar dan masuk ke Tol Soroja.

    "Aksi ini kami lakukan karena beberapa kali mediasi yang ditengahi oleh Kejaksaan diabaikan oleh PT. Wika. Kami menuntut sisa pembayaran senilai Rp 19 miliar. Itu adalah sisa pekerjaan kami yang belum dibayarkan dari proyek pekerjaan Jalan Tol Soroja," kata Direktur PT. CBS, Ery Rusmana di gerbang tol Soroja Soreang.

    Menurut Ery, PT Wika seharusnya menyelesaikan kewajibannya sejak setahun lalu. Namun sayangnya sejak rampungnya pekerjaan Tol Soroja dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember 2017, pihak PT Wika tak kunjung menyelesaikan kewajibannya. Hal ini tentunya sangat merugikan PT. CBS, apalagi perusahaan BUMD milik Pemkab Bandung itu membawahi 13 subkontraktor pelaksana proyek tersebut.
    "Saya mengetuk hati nurani pihak PT Wika untuk segera membayar hak kami. Bagi kami uang sebesar itu sangat berarti, mungkin bagi BUMN seperti PT. Wika tidak besar yah,"ujarnya.

    Sebelumnya, PT CBS, salah satu subkontraktor pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) yang juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung menuntut BUMN, PT Wijaya Karya (Wika) melunasi pembayaran pekerjaan mereka sebesar Rp 19 miliar yang masih ditunggak.

    Direktur PT CBS Ery Rusmana menuntut PT Wika untuk melunasi pembayaran pekerjaan yang belum terselesaikan sebesar Rp 19 miliar. Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan beberapa kali mediasi dengan PT Wika, terakhir Rabu minggu lalu. Namun tidak terdapat jalan keluar.

    "Kurang lebih Rp 19 miliar yang belum dibayarkan PT Wika. Sampai saat ini kami belum menikmati hasil kerja kami. CBS tidak berdiri sendiri tapi ada beberapa vendor yang ikut serta," kata Ery kepada wartawan seusai memasang spanduk di depan gerbang Tol Soroja, Selasa (10/7/18).

    Ery mengatakan, dampak belum dibayarkannya dana oleh PT Wika membuat sejumlah subkontraktor di bawah PT CBS mengeluh bahkan ada yang kolaps. Beberapa perusahaan diantaranya sama sekali tidak berjalan.

    "Total 13 perusahaan dibawah PT CBS dan 8 diantaranya pembayarannya belum terselesaikan," katanya. Menurutnya, pekerjaan vendor yaitu timbunan padat dijanjikan PT Wika akan dibayar. Namun hingga saat ini belum dibayarkan. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT