• Headline

    Ridwan Kamil: Kuota Zonasi Sampai 90 Persen Sebagai Pangkal Masalah

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri12 Juli 2018 18:54
    INILAH, Bandung " Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menilai kuota zonasi mencapai 90 persen terlalu besar. Sehingga disinyalir menjadi akar persoalan dari proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 ini.

    “Tidak mungkin tidak evaluasi, saya juga akan menyampaikan evaluasi, 90 persen ini pangkal masalah, bukan di zonasinya. Pangkal masalahnya itu mungkin di aturan 90 persen,” kata Ridwan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kamis (12/7).

    Kata dia, dari 57 SMP Negeri di Kota Bandung, sebanyak 36 di antaranya menerapkan kuota zonasi sebesar 90 persen. Kemudian terdapat 16 sekolah lainnya menetapkan kuota zonasi sebesar 80 persen, dan memberikan 20 persen kuota untuk murid dari luar daerah.

    Sementara terdapat lima sekolah yang hanya memberlakukan kuota zonasi sebesar 50 persen, karena sebanyak 40 persen kuotanya dialokasikan untuk siswa dari jalur akademik. Kelima sekolah tersebut yakni SMPN 2, SMPN 5, SMPN 7, SMPN 14 dan SMPN 44.

    “Karena tahun lalu relatif lebih baik, karena presentase gak setinggi itu, jadi saya amati dinamikanya saya duga angkanya 90 itu yang menjadi kendala,” pria yang akrab disapa Emil ini menegaskan.

    Emil menuturkan saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) juga sudah tidak bisa intervensi lagi terhadap kebijakan tersebut. Karena pembahasannya sudah lebih dulu dilakukan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota, Muhammad Solihin yang menggantikannya ketika cuti selama 130 hari untuk ikut kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

    “Saya sih akal sehat, kalau saya harus memodifikasi semangatanya sama, tapi teknisnya menyesuaikan, saya ambil pilihan itu. Karena kemarin bahwa laporan bisa 90 yah saya terima dan itu kan pembahasannya banyak oleh Pjs kan,” jelasnya.

    Emil pun kemudian menceritakan peristiwa yang menimpa anaknya sendiri saat PPDB 2017 lalu. Di mana ketika itu, anak perempuannya, Laelititia Azzahra menjadi ’korban’ kuota zonasi sehingga gagal masuk ke SMPN 2 Bandung.

    Kejadian yang menimpa putrinya ini bahkan sampai diunggah oleh Emil jejaring sosial instagram pada Rabu (11/7). Dalam keterangan foto yang menampilkan potret Azzahra, dia juga mengungkapkan anaknya itu sempat menangis lantaran ditolak karena urusan jarak.[ito]

    TAG :


    Berita TERKAIT