• Headline

    TNI Gagalkan Peredaran Tuak di Kabupaten Bandung

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha18 Juli 2018 09:42
    fotografer: INILAH/Dani R Nugraha
    INILAH, Bandung - Anggota TNI Korem 062 Tarumanagara menggagalkan pengiriman puluhan jeriken minuman keras tradisional (tuak) di Desa Patengan Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, Selasa (17/7/18) malam. Rencananya, minuman haram yang disimpan dalam mobil boks itu akan diedarkan ke wilayah Kabupaten Bandung.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun INILAH, tuak tersebut berasal dari Kampung Tegalbuleud, salah satu kampung di Kabupaten Sukabumi. Barang tersebut dibawa melalui jalur Sukabumi, Cianjur Selatan dengan tujuan ke salah satu rumah di Perumahan Gading Tutuka di Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung.

    Mobil berisi tuak itu diberhentikan oleh anggota Intel Korem 062-Tarumanagara Garut yang tengah bertugas di wilayah Rancabali. Mobil diberhentikan di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali, tepatnya di Kampung Cipangisikan, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, karena tercium aroma menyengat miras.

    "Informasi yang kami dapat, setiap hari itu ada 10 kali pengiriman tuak dari tempat yang sama menuju Kabupaten Bandung. Memang 10 kali pengiriman setiap hati itu pembeli atau tujuannya di Kabupaten Bandung bukan orang yang sama. Dan yang kami amankan ini salah satu dari 10 orang pembeli dan penjual tuak di Kabupaten Bandung itu,"kata salah seorang anggota Korem 062 yang tak mau disebutkan namanya, Selasa (17/7/2018) malam.

    Miras jenis tuak itu dikemas dalam jeriken berukuran 30 liter dan disusun rapi di dalam mobil tersebut. Totalnya ada 50 jeriken tuak yang ditemukan. Saat ini barang bukti dan sopir masih dalam perjalanan menuju Kodim 0609 Kabupaten Bandung.

    "Puluhan jeriken tuak itu hendak dijual diwilayah Kabupaten Bandung. Anggota Korem 062 yang sedang bertugas di Rancabali mendapatkan kabar ada pengiriman miras jenis tuak, dan benar saja saat mobil itu melintas tercium bau tuak yang menyengat. Ternayata dalam mobil itu bawa 50 jerigen tuak," kata Dandim 0609 Kabupaten Bandung Letkol Andre Wira yang dihubungi melalui ponselnya, Rabu (18/7/18) pagi.

    Menurut Andre, sebelumnya pihaknya juga pernah mengamankan miras jenis tuak masih di wilayah Rancabali. Barang miras jenis tuak tersebut akan diamankan ke Makodam 0609 Kabupaten Bandung dan akan segera diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti proses hukumnya.

    "Sebelumnya ananggota kami juga pernah mengamankan tuak di lokasi yang sama. Barang bukti dan sopir kami amankan di Mako untuk dimintai keterangannya. Selanjutnya kami akan serahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti, termasuk pemiliknya. Kita hanya menangkap basah, nanti proses hukum akan diserahkan ke pihak kepolisian," ujarnya.

    Karena TKP-nya ada di wilayah Kabupaten Bandung, miras tersebut akan diserahkan kepada Polres Bandung untuk diproses hukumnya. Andre menambahkan, TNI/Polri khususnya Kodim 0609 Kabupaten Bandung dan Polres Bandung saat ini konsen memerangi peredaran miras di wilayah Kabupaten Bandung.

    Apalagi di Kabupaten Bandung, beberapa waktu lalu, miras oplosan menjadi catatan kelam, karena telah merenggut puluhan nyawa manusia. Kasus kematian puluhan orang ini menarik perhatian nasional hingga internasional.

    "Tujuannya kami memerangi miras, dengan adanya tertangkap basah, ini barang bukti dan orangnya akan diserahkan kepolisian. Karena TKP-nya ada di Kabupaten Bandung, maka akan diserahkan ke Polres Bandung," katanya. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT