• Headline

    Oded Ingin Kawasan Bebas Sampah Ada di Setiap RW

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri13 Agustus 2018 16:14
    INILAH, Bandung- Wakil Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial mengimbau agar keberadaan ruang publik di tingkat RW dimanfaatkan secara maksimal. Diantaranya, dengan dijadikan tempat pengolahan sampah guna menciptakan Kawasan Bebas Sampah (KBS).

    KBS merupakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang diterapkan di 30 kecamatan, dimana setiap kecamatan harus memiliki satu KBS. Namun, saat ini tidak banyak yang mampu mempertahankan KBS secara aktif dan produktif.

    Oded menuturkan selama ini Pemkot Bandung terus berupaya menambah taman di setiap RW. Bersamaan dengan itu, dia juga menginginkan KBS tidak hanya di tingkat kecamatan saja melainkan ada di setiap RW.

    "Tentu kita harua bersinergis ya semua program di Kota Bandung harus disinergiskan, dari mulai pembangunan program satu taman satu RW, bisa disinergiskan dengan KBS bahkan setiap RW harus ada KBS," kata Oded, di Jalan Jalaparang, Bandung, Senin (13/8).

    Penyataan Oded tersebut dilontarkan setelah meninjau KBS di RW 09 Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Keler. Dia menyatakan KBS ini harus jadi percontohan karena bukan hanya memilah antara sampah non organik dengan sampah organik, namun juga mengolahnya menjadi kompos ataupun pengelolaan biodigester.

    "Bahkan bukan hanya taman termasuk ruang serbaguna RW pun bisa disinergiskan dengan KBS. Di sini kan lihat itu kan kantor serbagunan RW diintegrasikan semua," imbuhnya.

    Oded menilai pengolahan sampah di KBS RW 09 Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Keler ini menjadi bukti nyata masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan. Karena dalam pengelolaan kompos ataupun menjalankan biodigester memerlukan kesadaran besar masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah.

    "Jadi kalau kita lihat bagaimana komparasi perbedaan antara bagaimana sitem pengolahan sampah sekarang kumpul angkut buang, dengan sistem pengolahan sampah disumber itu perbedaannya. Kita punya persoalan bagaimana mampu mengedukasi masyarakat," ujarnya.

    Diungkapkan Oded, keberhasilan dalam mengelola sampah di hulu ini bukan hanya menciptakan KBS sebagai program pemerintah saja. Namun jika sudah berhasil berjalan stabil di setiap RW, sambung dia, mampu menekan biaya anggaran kebersihan setiap tahunnya yang mencapai 150 miliar.

    "Disisi lain kalo ini berhasil hampir 150 miliar dengan pola kumpul angkut buang ini setahun saya akan kejar ini. Karena bukan sekadar kita dapatkan output outcome, benefit dari pada masyarakat ketika setelah masyarakat berjalan mandiri tadi, maka luar biasa menurut saya kita bisa dialihkan 150 miliar itu kebutuhan lain," pungkasnya.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT