• Headline

    Kejari Limpahkan Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri Senilai Rp 1,8 T

    Oleh : Ahmad Sayuti17 Agustus 2018 14:19
    INILAH, Bandung- Setelah menerima pelimpahan dari Kejaksaan Agung (Kejagung), Kejari Bandung melimpahkan berkas empat tersangka kasus kredit fiktif Bank Mandiri Cabang Bandung senilai Rp 1,8 triliun ke Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung.

    Kajari Bandung Rudy Hirmawan mengatakan, sebenarnya dalam kasus kredit fiktif di Bank Mandiri tersebut ada tujuh tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejagung, namun baru empat yang sudah P21 dan akan segera disidangkan.

    "Berkas keempat tersangka ini sudah kita limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan," katanya kepada wartawan di Kejari Bandung, Jalan Terusan Jakarta, Jumat (17/8/2018).

    Keempat tersangka yang sudah dilimpahkan tersebut, yakni Rony Tedy selaku pemilik PT Tirta Amarta Bottling (TAB) dan Juventius selaku head officer PT TAB, kemudian dari Bank Mandiri, Surya Baruna Semenguk selaku cmmercial banking Manager Bank Mandiri Cabang Bandung dan Teguh Kartika Wibowo selaku senior credit risk Manager Bank Mandiri Cabang Bandung.

    Sementara untuk ketiga tersangka lainnya masih dilengkapi berkasnya atau dalam proses penyidik Kejagung, yakni Frans Zandstra selaku relationship Manager Bank Mandiri Cabang Bandung, Frans Eduard Zandra, Totok Suharto dan Poerwitono Poedji Wahjono yang juga dari Bank Mandiri.

    Ia mengatakan, kasus itu bermula saat Rony mengajukan kredit comercial pada Bank Mandiri dibantu stafnya, Juventius yang membuat laporan keuangan soal aset PT TAB tahun 2014. Laporan keuangan itu jadi salah satu syarat pengajuan kredit sebesar Rp 1,1 triliun yang disetujui oleh Frans Zandra, Surya Baruna dan Teguh Kartika Wibowo.

    "Laporan keuangan itu dimanipulasi, padahal agunan yang dimiliki Rp 79 miliar," ujarnya.

    Dengan laporan palsu itu, Rony mendapat pinjaman tidak sah sebesar Rp 1,1 triliun lebih. Setelah proses audit BPK RI, kerugian negara karena kredit itu mencapai Rp 1, 8 triliun karena PT TAB tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran kredit.

    Penyidik kejaksaan menerapkan Pasal 2, 3 dan 9 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Pada kasus ini, penyidik juga menyita sejumlah aset milik Rony maupun Juventius berupa harta tak bergerak maupun harta bergerak yang didapat dari pembobolan uang di Bank Mandiri. Namun, penyidik tidak menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT