• Bandung Diberi 2 Jembatan Layang oleh Korea Selatan

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri23 September 2018 17:07
    INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan kembali membuat fly over atau jembatan layang di dua titik yang dinilai krusial kerap terjadi kemacetan. Pembuatan jembatan layang ini merupakan hadiah dari Korea Selatan.

    "Kita akan dapat hadiah bantuan dari pemerintah Korea Selatan untuk membuat fly over itu. Jadi kita juga dengan Pak Wali Kota baru akan bersowan ke Korea," kata Arief Prasetya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, belum lama ini.

    Nantinya, imbuh Arief, Pemkot Bandung hanya menyerahkan rancangannya saja yang kemungkinan besarnya serupa dengan jalan layang Pelangi, di terusan Jalan Jakarta.

    "Pembangunan fisik jadi, jadi oleh mereka dibangunnya. Kita tidak ikut campur cuma kita menyerahkan detail engineeringnya saja," tambahnya.

    Mengenai titiknya, Arief menuturkan usulan pertama agar dibuatkan jembatan layang di Jalan Gatot Soebroto melewati persimpangan Jalan Laswi. Kemudian di Jalan Jakarta yang menuju Jalan Supratman di perempatan Jalan Ahmad Yani.

    Namun, Arief harus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terlebih dahulu. Lantaran pihak Pemprov memiliki rencana untuk membuat North South Link (NSL) atau jalan tol swasta di dalam kota Bandung.

    Terlebih beberapa ruas jalan di Kota Bandung juga di antaranya memang milik provinsi.

    "Kita harus berkoordinasi juga dengan provinsi karena provinsi ini Pak Gubernur punya rencana akan ada NSL. Itu perlu kita komunikasikan, apakah itu akan tetap dilakukan juga NSL ini, apakah akan berjalan," jelasnya.

    Sekalipun berbenturan dengan pembuatan NSL, Arief menyatakan jembatan layang tersebut akan tetap dibuat. Mengenai lokasinya pun bisa jadi digeser, karena pihaknya sudah menyiapkan titik pengganti sebagai alternatif dengan tingkat kemacetan yang sama parahnya.

    "Kalaupun itu berbenturan ada tempat lagi calon flyover di persimpangan kereta api (Jalan) Garuda. Itu crowded juga, jadi kita bantu pecahkan dengan flyover," ungkapnya.

    Perubahan titik jembatan layang ini sudah dikomunikasikan Arief bersama satuan kerja jalan di Kota Bandung. Nantinya, Pemkot Bandung tinggal menyerahkan Detail Engeneering Design (DED) baru sesuai dengan titik yang dipilih.

    "Pihak Korea Selatan sudah menagih, sebetulnya tinggal kesiapan kita karena itu tadi. Saya harus berkoordinasi dengan Pemprov apakah NSL ini akan segera dimulai atau jembatannya dari kita. Kalau tetap bantuan, agak berubah DED harus disesuaikan lagi," pungkasnya.

    TAG :


    Berita TERKAIT