• Polres Bogor Ciduk Pembunuh Pedagang Kelontong

    Oleh : Reza Zurifwan14 Juni 2017 12:43
    fotografer: Reza Zurifwan
    INILAH, Bogor - Pelaku pembunuhan terhadap Ahmad Fadli Hasibuan (20 tahun) pemilik toko sembako di Jalan Pesantren Alfalah Kampung Pasir Angin RT 04 Rw 03, Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi pada (30/4) lalu berhasil ditangkap Polsek Cileungsi dan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor.

    Pelaku Ds (17 tahun) yang merupakan remaja putus sekolah ini baru tertangkap di kediamannya di Kelurahan Bantar Gebang Rt 03 Rw 01, Kecamatan Bantar Gebang, Kabupaten Bekasi kemarin setelah kepolisian mepunyai barang bukti yang cukup.

    "Setelah kejadian, pelaku Ds awalnya sempat tidak mengakui kejahatannya tapi setelah kepolisian berhasil mengumpulkan alat bukti akhirnya pelaku tak bisa berkelak dan mengakui bahwa dirinya sudah membunuh korban," ujar Kapolres Bogot AKBP Andy Muhammad Dicky, Rabu, (14/6).

    Ayah tiga anak ini menambahkan awalnya pelaku tidak berniat melakukan pembunuhan dan hanya berniat mencuri di toko kelontong milik korban, namun kareba aksinya kepergok oleh korban, pelaku pun reflek memukul korban menggunakan gas melon 3 kg ke kepala korban.

    "Dari toko korban pelaku mengambil rokok, barang dagangan laib, uang dan handphone milik korban bermetk Oppo. Kami hanya menangkap pelaku sementara orang yang membeli handphone korban kami jadikan saksi dan bukan sebagai penadah," tambahnya.

    AKBP Andy Muhammad Dicky Pastika menjelaskan pelaku tidak di diversi karena kejahatan yang dilakukannya terbilang berat yaitu pencurian dengan kekerasan hingga korbannya meninggal dunia.

    "Pelaku Ds akan kami kenakan pasal 365 ayat 1 dan 3 atau pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Karena masih dibawah umur pelaku akan disidangkan dengan sistem peradilan anak," jelasnya.

    Ia melanjutkan kepolisian masih mendalami apakah sebelumnya pelaku Ds pernah melalukan kejahatan pencurian atau lainnya. Dan dari pengakuan pelaku Ia mrngaku baru pertama kali ditangkap oleh kepolisian. [jek]