• Ganti Untung Petani di TPA Galuga Tahun ini Tuntas

    Oleh : Reza Zurifwan15 Juni 2017 12:42
    INILAH, Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berjanji segera memberikan ganti untung kepada pemilik sawah yang gagal panen karena terdampak air limbah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

    Kepala DLH Kabupaten Bogor Panji Ksatriyadji mengatakan dari 21 hektare sawah atau kebun yang terkena dampak air limbah atai lijik, 9 hektare diantaranya sudah diberikan ganti untung sebesar Rp3 miliar oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor.

    "Tahun lalu Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor sudah memberikan ganti untung sebesar Rp3 miliar kepada pemilik 9 hektare sawah atau kebun yang gagal panen, karena terkena longsoran sampah atau air lijik," ujar Panji Ksatriyadji, Kamis, (15/6).

    Mantan Camat Rumpin ini menambahkan untuk 12 hektate sawah atau kebun yang belum diberikan ganti untung, akan direalisasikan tahun ini karena baru tersedianya anggaran.

    "Jumlah besaran ganti untung untuk 12 hektare tersisa sebesar Rp3 miliar lebih dan akan disalurkan melalui bantuan keuangan desa. Nanti penyaluran ganti untung ini berdasarkan by name bay adress," tambahnya.

    Terpisah Kordinator Forum Komunikasi Masyarakat Sekirar Galuga (Fosga) Nanang Hidayat meminta pemberian ganti untung kepada para petani di Desa Galuga, Dukuh dan Cijujung segera direalisasikan atau paling lambat habis Idul Fitri.

    "Ganti untumg yang disalurkan pada tahun kemarin baru diberikan kepada petani yang ada di Desa Galuga, sementara petani yang ada di Desa Dukuh dan Cijujung belum disalurkan. Kami berharap abis Idul Fitri persoalan ganti untung ini lekas tuntas," pinta Nanang Hidayat.

    Nanang menjelaskan, harusnya Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor menganggarkan ganti untung ini di anggaran murni dan bukan di anggaran perubahan tahun 2017.

    "Sebenarnya kami berharap.persoalan ganti untung ini selesai sebelum semester pertama tahun 3017, namun karena baru dianggarkan di anggaran perubahan. Kemungkinan cairnya ganti untung paling cepat bulan Agustus atau September mendatang," pungkasnya.

    Tuntutan ganti untung kepada para petani ini sudah disuarakan sejak bulan April tahun 2016, lamanya proses ganti untung ini karena pemerintah Daerah secara prosedur harus melihat cobtoh komoditi petani yang gagal panen dan menaksir harganya. [jek]