• Headline

    Pilih Bus Mudik yang Ada Stikernya!

    Oleh : redaksi15 Juni 2017 21:29
    INILAH, Bogor " Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menggelar rangkaian pemeriksaan kendaraan mudik untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan kendaraan umum untuk mudik Idul Fitri 2017. Satu unit bus di Terminal Cibinong dikenakan sanksi tilang karena tidak memenuhi unsur administrasi dan teknis, Kamis (15/6).

    Kepala Bidang Keselamatan Dishub Kabupaten Bogor Muslim Akbar menjelaskan, sekitar 15 unit bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Tipe C Cibinong. Ia mengungkapkan, mulai H-10 hingga H+7 Idul Fitri, dishub dan kepolisian akan terus menyisir angkuta-angkutan bermasalah untuk mengantisipasi kecelakaan fatal saat mudik.

    "Mulai H-10 kami sisir di jalur-jalur utama lintasan mudik. Sementara H+7 dishub dan kepolisian akan cenderung menggelar pemeriksaan di titik-titik jalur pariwisata. Karena hingga H+7 diperkirakan banyak masyarakat akan berlibur," kata Muslim.

    Pemeriksaan meliputi tiga aspek administrasi seperti SIM, STNK dan buku KIR. Kemudian aspek teknis, mulai fisik kendaraan, fungsi operasional (rem, lampu, ban) dan faktor pendukung untuk menunjang kenyamanan penumpang saat mudik.
    "Satu bus yang ada kerusakan kami minta perbaiki dan kami beri sanksi tilang. Kalau untuk teknis, diperiksa langsung oleh dishub, sedangkan administrasi oleh kepolisian. Ya, seperti kelengkapan surat-surat kendaraan," tukas Muslim.

    Setelah melakukan pemeriksaan di Terminal Cibinong, dishub akan memeriksa kendaraan-kendaraan di Terminal Cileungsi pada Jumat (15/5). "Kalau saat puasa begini, banyak kendaraan yang beroperasi keluar. Tapi kami akan gelar razia juga di jalur-jalur lintasan," tukasnya.

    Selain pemeriksaan kendaraan, kondisi sopir pun diperiksa oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor. Sekitar 22 sopir diambil sampel urinenya untuk memastikan mereka tidak berada dalam pengaruh obat-obatan. "Sejauh ini tidak ada temuan sopir yang terpengaruh obat-obatan. Kami akan terus gandeng BNNK," katanya.

    Sementara itu, di Kota Bogor, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan inspeksi mendadak (sidak) mengecek kelaikan bus di Terminal Baranangsiang, Kamis (15/6). Dalam sidak tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPTJ Kemenhub Bambang Prihartono didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Rakhmawati, Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramastyo Priaji meninjau angkutan mudik.

    Tim sidak menyasar bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang sedang menunggu penumpang di jalur keberangkatan Terminal Baranangsiang. Petugas tidak hanya memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan setiap bus, tetapi juga mengecek seluruh alat kelengkapannya seperti lampu dekat, lampu jauh, lampu rem, lampu sein, lampu mundur, ban, pintu darurat, dongkrak, dan peralatan lainnya.

    Bus yang surat-suratnya lengkap dan peralatan kendaraannya tidak bermasalah, petugas langsung memasang stiker yang menyatakan laik jalan untuk Angkutan Lebaran 2017.

    Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pihaknya sudah mengecek kelaikan bus dan sementara ini kondisinya baik semua.

    "Kami akan cek lagi secara rutin menjelang arus mudik lebaran, dimulai dari H-7, H-5 sampai H-2. Tahun ini kecendrungan pemudik menggunakan bus menurun hingga mencapai 11,3 persen dan beralih dengan moda transportasi lainnya," ungkapnya.

    (Plt) Kepala BPTJ Kemenhub Bambang Prihartono mengatakan, bus yang diizinkan berangkat harus memenuhi kriteria dokumen perjalanan maupun teknis kendaraannya. Pemeriksaan terhadap bus akan diintensifkan menjelang masa angkutan lebaran karena masyarakat membutuhkan angkutan yang aman dan nyaman.

    "Sejauh ini tidak ditemukan adanya bus yang tidak laik jalan, semua sudah standar prosedur untuk menjadi angkutan mudik. Jadi kami juga ke PO mengecek langsung sama hasilnya, bisa dikatakan aman," terangnya.

    Ia melanjutkan, untuk imbauan telah disampaikan, sehingga pemerintah menyediakan angkutan lebaran tahun ini semua harus aman. Kalaupun ada yang tidak memenuhi standar, akan dikembalikan

    "Saya juga menimbau kepada penumpang yang akan mudik, harus melihat stiker di bus. Kalau sudah ada stikernya maka aman bus itu laik jalan, kalau belum ada stiker boleh minta pindah bus," terangnya. (rishad noviansyah/rizki mauludi/dey)



meikarta.. the world of ours