• PKS Bogor Buka Penjaringan Balon Cawalkot Bogor

    Oleh : Rizki Mauludi16 Juni 2017 17:21
    fotografer: Rizki Mauludi
    INILAH, Bogor - Untuk menjaring Calon Wali Kota (Cawalkot) Bogor yang benar-kompeten, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor melakukan proses pamungkas penjaringan.

    Penjaringan kali ini dengan nama Jaring Mutiara Bakal Cawalkot Bogor dari eksternal, sementara untuk internal partai ada tiga nama yaitu Ahmad Ruhyat, Najamudin dan Atang Trisnanto yang sudah dikantongi DPD PKS Kota Bogor. PKS juga membuka pintu lebar untuk tokoh yang mempunyai elektabilitas, kapasitas dan populer untuk diusung.

    Ketua DPD PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto mengatakan, pihaknya membuka tahapan penjaringan keempat yaitu namanya jaring mutiara balon ekternal, dengan tujuan mendapatkan tokoh eksternal potensial dan kemampuan yang baik dalam pemimpin Kota Bogor.

    "Untuk pelaksaan penjaringan calon dari ekternal dimulai 1 Juli sampai 1 Agustus 2017. Dilakukan dengan cepat karena kami segera susulkan dengan calon dari mekanisme internal, dimana mekanisme internal ada 3 orang dan akan digabung untuk di usulkan ke DPP PKS. Apakah calonnya internal atau eksternal, itu terganrung DPP," ungkap Atang di Kantor DPD PKS Kota Bogor pada Kamis (15/6/2017) malam.

    Atang melanjutkan, tahap pertama PKS mendengar tanggal 1 sampai 7 Juli 2017, kemudian disusul dengan tahap PKS mendekat tanggal 8 sampai 30 Juli dan pada akhirnya tahap PKS memilih tanggal 1 Agustus 2017. Untuk perkembangan dilapangan dilihat dengan maksimal diajukan ke DPP ada calon ekternal sebanyak 3 orang, atau bisa satu orang juga.

    "Nah untuk itu tahapan mendengar, PKS membuka masukan dari komponen masyarakat dengan semua cara, dimulai media sosial, sms, telp dan aspirasi langsung atau surat. Daeinsitu tim khusus menyeleksi nama yang kapabel dan kridibel," tambahnya.

    Menurut Atang, nantinya PKS mendatangi ke tokoh ekternal yang mendaftar ke PKS, berbeda dengan partai lain yang membuka lagu harua bulak balik datang ke tempat pendaftaran.

    "Ya, kami akan jemput bola, sesuai filosofi mutiara harus didatangi, dibuka dan digosok. Ini model mutiara, makanya di buat calon itu seperti mutiara. Kami akan melihat langsung kemampuan kepemimpinan, kapabilitas dan kepemimpinan dikeluarganya. Kenapa keluarga karena pemimpin yang paling kecil rumah tangga. Ketika dia sukses memimpin yang kecil insya Allah ada peluang memimpin yang besar," jelasnya.

    Mantan Presiden Mahasiswa IPB ini juga menegaskan, syarat khusus mendaftar di OKS adalah Kesiapan ekonomi dia sudah cukup atau mandiri secara finansial, ketika diberi amanah bukan mencari penghidupan tetapi lebih ke pengabdian kepasa masyarakat.

    "Untuk PKS juga tidak mematok harga mati untik meusung calon dari kader kami. Untuk kemaslahatan lebih luas, calon lain yang lebih diterima oleh publik akan di," tegasnya.

    Atang menuturkan, pihaknya juga sudah berdiskusi dengan Pargai Gerindra yang sudah membentuk Koalisi Merah Putih. Untuk soal koalisi PKS Gerindra 99 persen bertahan, ini sesuai arahan DPP dan DPW untuk segera mendeklarasikan koalisi.

    Kebetulan sebelum mengintruksikan kota Bogor lebih dulu ditentukan Cagub Jawa Barat. Terkait parpol lain kami terbuka, semakin banyak semakin bagus. Asal ada kesepahaman, cemistri dan saling hormati. euang mengusung Bima Arya 50:50 dan komunikasi informal sudah pernah dilakukan termasuk bicara kota Bogor kedepan, juga pilkada," tutupnya.[jek]



meikarta.. the world of ours