• Headline

    Polisi akan Usut Narapidana yang Merupakan Bandar Besar Ganja

    Oleh : Reza Zurifwan19 Juni 2017 13:03
    INILAH, Bogor - Polres Bogor akan mengejar bandar besar yang mengendalikan peredaran ganja dari balik salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ada di wilayah Bogor.

    Hal ini, merupakan tindak lanjut penangkapan bandar ganja dan kaki tangannya yang baru tertangkap akhir pekan kemarin baik itu di Desa Ciburuy, Cigombong maupun Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor.

    "Akhir pekan kemarin Polres Bogor menangkap tersangka Iz dan BTY kaki tangan seorang narapidana di suatu Lapas di Bogor. Atas tangkapan ini kami akan lanjutkan ke narapidana tersebut karena menurut pengakuan kaki tangannya peredaran ganja ini milik seorang narapidana," ujar Kapolres Bogor AKBP Andy Muhammad Dicky, Senin, (19/6).

    Pria asli Sulawesi Selatan ini menambahkan, dari hasil penyidikan kaki tangannya yang tertangkap, narapidana bandar besar ganja tersebut mengendalikan peredaran ganjanya melalui handphone.

    "Narapidana tersebut mengendalikan peredaran atau penjualan ganjanya melalui hanphone. Tersangka Iz hanya mengambil dan mengedarkan sesuai perintah narapidana bandar besar ganja," tambahnya.

    Dari tangan Iz dan Bty, Kepolisian mengamankan 133 Kg ganja. Keduanya ditangkap berdasarkan informasi masyarakat yang resah atas aksi mereka selama ini.

    "Kedua tersangka sudah kami amankan setelah Satuan Narkoba (Satnarkoba) menempel ketat para bandar ini. Mereka menjual ganjanya Rp3 juta perKilogram dan apabila diecer nilainya bisa mencapai Rp6 juta," tutur AKBP Andy Muhamnad Dicky Pastika.

    Selain menangkap bandar ganja, Satnarkoba juga berhasil mrngamankan bandar sabu bernama Ip di Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi dengan barang bukti 20,4 gram sabu dan 1 butir ekstasi.

    "Para bandar ganja, sabu dan ekstasi ini akan kami kenakan pasal 111, 112 dan 114 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang peredaran narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun atau seumur hidup dan denda dari Rp1 miliar hingga Rp10 miliar," paparnya.

    Kasatnarkoba Polres Bogor AKP Andri Alam melanjutkan walaupun jumlah tangkapan bandar ganja, sabu maupun ekstasi menurun, tapi tingkat peredaran narkoba masih terbilang tinggi.

    "Tingkat peredaran atau pemakaian narkotika jenis ganja dan sabu masih tinggi di Kabupaten Bogor. Dari hasil penyidikan tersangka Iz, untuk ganja sebanyak 133 Kilogram bisa terjual dalam waktu 7 hari saja," tandas AKP Andri Alam. [ito]



meikarta.. the world of ours