• Bogor Terjunkan 4.000 Personil Saat Lebaran dan Mudik

    Oleh : Reza Zurifwan19 Juni 2017 13:13
    INILAH, Bogor - Polres dan Pemerintah Kabupaten Bogor mensiagakan 4.000 personil untuk melaksanakan Operasi Ramadania yang akan disebar di 22 titik pos pengamanan dan pos pengaturan lalu lintas.

    Petugas gabungan ini terdiri dari Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, PMI, Pramuka maupun organisasi massa seperti Banser dari organisasi Nahdalatul Ulama.

    "Kalau untuk Polres Bogor semua personil (1.900 orang) kami terjunkan ke lapangan. Ditambah petugas dari Pemerintah Kabupaten Bogor plus pramuka, PMI dan banser total ada 4.000 personil yang akan kami tempatkan di pos pengamanan maupun pos pengaturan lalu lintas mulai dari Cibinong, timur, utara, barat dan selatan," ujar Kapolres Bogor AKBP Andy Muhammad Dicky Pastika, Senin, (19/6).

    Ayah 3 anak ini menambahkan karena jembatan Cipamingkis atau Jonggol belum selesai diperbaiki, ia pun mengimbau para pengguna jalan yang akan ke Cianjur untuk menggunakan jalur Bekasi maupun Puncak.

    "Kami imbau pemudik atau pengguna jalan yang akan ke Cianjur untuk tidak melalui Jonggol, tetapi lewat Bekasi atau Puncak karena jembatan Cipamingkis, Jonggol masih dalam tahap perbaikan," tambahnya.

    Untuk jalur Puncak dan Bocimi, Polres Bogor menempatkan 600 personil yang akan ditempatkan di Masjid Attaawun, Rindu Alam, Taman Safari, Taman Wisata Matahari, Cimory, Jembatan Selarong, Gadog, Ciawi, Caringin, Cijeruk dan Cigombong.

    "Selain menempatkan personil, kami juga menyiapkan kendaraan taktis dari Dinas Perhubungan, ambulance maupun kendaraan BPBD. Kami juga memberikan marka kejut di 6 titik yang rawan kecelakaan. Pemberian marka kejut ini untuk mengingatkan pengemudi bahwa tempat tersebut rawan kecelakaan hingga mereka harus meningkatkan kewaspadaan," terang Kasatlantas Polres Bogor AKP Hasby.

    Bagi pemudik atau pengguna jalan yang akan melewati jalur Puncak, mereka bisa mencari informasi di aplikasi NTMC Mabes Polri, atau bisa juga memantau instagram Polres Bogor.

    "Aplikasi NTMC Traffic maupun instagram Polres Bogor ini untuk membantu masyarakat melihat situasi arus lalu lintas di Puncak melalui 10 cctv yang tersebar di jalur Puncak. Apabila ada kepadatan di Jalur Puncak maupun Bocimi kami akan terapkan rekayasa arus lalu lintas satu arah (one way)," sambungnya.

    Khusus jalur Puncak, ia pun menegaskan akan menindak pengemudi kendaraan lebih dari 6 roda apabila tetap ngotot melewati jalur Puncak.

    "Apabila ada kendaraan lebih dari 6 roda atau kelebihan berat angkut di Jalur Puncak akan kami tindak atau tilang dan meminta mereka untuk putar balik ke arah Bogor atau Cianjur. Kami juga tetap mengecek kelayakan bus agar mengurangi resiko kecelakaan di Jalur Puncak," lanjut AKP Hasby.

    Bupati Bogor Nurhayanti meminta masyarakat juga ikut menjadi 'polisi' bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya. Ia meminta masyarakat tetap melaksanakan Sistem Keamanan Keliling (Siskamling) di masing-masing wilayah.

    "Kabupaten Bogor harus solid bekerjasama baik masyarakat maupun aparaturnya. Mari kita sama-sama jaga lingkungan masing-masing dan mendukung langkah operasi Ramadania," singkat Nurhayanti.

    Kepala Dinas Perhubungan Eddy Wardani menjelaskan selain menerjunkan 160 personil, dalam operasi Ramadania ini jajarannya juga mensiagakan 2 mobil derek untuk menarik mobil yang rusak, baik itu mogok atau yang mengalami kecelakaan.

    "Selain roda dua, mobil patroli kami juga menyiagakan 2 mobil derek untuk menarik mobil yang mogok ataupun rusak karena kecelakaan," tutur Edy Wardani

    Sementara Dinas Kesehatan menerjunkan 526 petugas kesehatan yang akan ditempatkan di pos pengamanan, pos pengaturan lalu lintas dan puskesmas.

    "Kami menerjunkan 526 petugas kesehatan yang akan ditempatkan di 101 puskesmas dan 22 pos pengamanan maupun pos pengaturan lalu lintas. Kami juga menyiagakan mobil ambulance di tempat-tempat tersebut agar bisa digunakan setiap saat apabila diperlukan," pungkas Kepala Dinas Kesehatan, Hesti. [ito]