• Nurhayanti Berniat Bangun Pasar Induk di Bogor

    Oleh : Reza Zurifwan13 Agustus 2017 19:20
    INILAH, Bogor - Bupati Bogor Nurhayanyi menjajaki kemungkinan membangun pasar induk wilayah Bumi Tegar Beriman sebagai distribusi sayur mayur dari Kabupaten Bogor menuju Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

    Bahkan rencana pembangunan pasar induk ini sudah disampaikan ke Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan mendapatkan respon positif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    "Pembangunan pasar induk di Kabupaten Bogor khususnya komoditas hasil pertanian maupun perkebunan ini sudah kami sampaikan ke Pemerintah Provinsi DKI dan sudah mendapatkan respon yang positif," ujar Nurhayanti ketika dihubungi INILAH, Minggu, (13/8).

    Mantan Sekda ini menjelaskan rencana pembangunan pasar induk ini akan dikaji secara komprehensif dari mana saja hasil komoditas pertanian, perkebunan dan siapa yang akan menampung hingga sampai ke DKI Jakarta.

    "Kami akan kaji secara komprehensif dahulu rencana ini karena produk pertanian dan perkebunan yang akan masuk ke DKI Jakarta itu udah bersih misal jagung tidak ada bulu atau kulitnya. Rencana komorehensif ini lanjutan pembicaraan sebelumnya dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," jelasnya.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor Dace Supriyadi siap membuat kajian rencana pembangunan pasar induk ini sesuai perintah Bupati Nurhayanti ataupun DPRD Kabupaten Bogor.

    "Apabila ingin membangun pasar induk saya rasa cocoknya di Sentul karena strategis, apalagi Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki aset tanah di Sentul. Saya menunggu perintah ibu Bupati kapan mau dibuatkan kajian pasar induk ini," kata Dace Supriyadi.

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat siap menerima hasil pertanuan dan perkebunan serta bekerja sama dalam pembangunan pasar induk di Kabupaten Bogor.

    "Kami setuju saja di Kabupaten Bogor dibangun pasar induk namun komoditasnya harus lengkap dengan harga yang lebih murah dari pasar tradisional lainnya. Saya juga ingin komoditi sayur maupun hasil perkebunan lainnya harus sudah bersih karena ini akan mengurangi jumlah tonase sampah yang terbuang," pungkas Djarot. [jek]