• Lapor OJK jika UMKM Sulit Dapat Pinjaman

    Oleh : Reza Zurifwan15 Agustus 2017 18:21
    INILAH, Bogor- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengupayakan masyarakat kecil di daerah, yang belum tersentuh bantuan keuangan. Tidak hanya itu, OJK ingin memberi edukasi dan pemahaman kepada masyarakat untuk mengelola keuangan agar lebih optimal.

    "Di daerah, masyarakat taunya cuma kerja, tapi tidak tahu harus menaruh uangnya dimana. Jadi kami akan beri pendampingan cara menyimpan uang di lembaga perbankan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimbo Santoso di Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

    Pendampingan itu, kata Wimbo, agar masyarakat memahami mekanisme untuk menyimpan uang di bank dan non-bank. OJK pun akan membantu, apabila masyarakat merasa kesulitan untuk mendapat pinjaman perbankan untuk modal usaha.

    "Kemenkeu sudah meluncurkan bantuan keuangan Umi. Nah, ini yang penting. Karen, masyarakat banyak yang belum tersentuh bantuan perbankan. Sekalinya dapat, bunganya justru mencekik. OJK siap membantu masyarakat yang kesulitan mendapat pinjaman," katanya.

    Menurutnya, inklusi keuangan yang dicanangkan Kemenkeu, patut diapresiasi. "OJK siap bekerjasama. Masyarakat juga akan diberi bekal teknis. Jadi dengan bantuan dari pemerintah dengan bunga ringan, pastinya akan sangat membantu. Kalau pendampingan, kami sesuaikan sektornya. Tergantung usaha masyarakat," tukas Wimbo.

    Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bogor sendiri lebih dari 1.000. Tak ayal, Bogor pun menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) bantuan kredit Ultra Mikro (Umi). Pemkab Bogor pun terus berupaya mengangkat produk-produk dari UMKM untuk bersaing dengan produk lainnya.

    "Memang banyak yang mengeluh jika pelaku UMKM kesulitan mencari tambahan modal untuk mengembangkan produk mereka. Dengan bantuan dari Kemenkeu dan pendapingan OJK, kami berharap, pelaku UMKM bisa lebih bertaring untuk bersaing dengan produk konvensional," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, Roni Sukmana.

    Bupati Bogor, Nurhayanti mengaku siap mendukung program ini. Menurutnya, ini merupakan solusi yang baik bagi pelaku usaha kecil, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bumi Tegar Beriman.

    "Dengan penduduk 5,6 juta jiwa dan terbagi 434 desa/kelurahan, pemerintah daerah tidak bisa melayani keseluruhan kebutuhan masyarakat secara optimal. Karena banyak yang harus dibagi. Program ini pun bisa jadi solusi," katanya.

    Menurut Nurhayanti, masyarakat banyak yang mengeluhkan sulitnya mendapat bantuan perbanka, hingga masyarakat tidak segan meminjam dana pada bank kelilin dengan persyaratan mudah namun bunga mencekik.

    "Kami biasa sebut bank emok. Jadi ibu-ibu lagi duduk dirumah, tiba-tiba ada yang datang menawarkan pinjaman. Tapi bunganya mencekik dan jusru membuat masyarakat semakin tidak produktif," katanya. [jek]