• Headline

    Blanko Ada, Giliran Server Kemendagri yang Sebabkan Pencetakan e-KTP Tersendat

    Oleh : Reza Zurifwan12 Januari 2018 17:00
    INILAH, Bogor - Permasalahan server Kementerian Dalam Negeri yang kerap error membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor pasrah dalam mencapai target pencetakan e-KTP hingga sebelum pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Rabu (27/6) mendatang.

    Kabid Data Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Bogor Dadang Dharmatin mengatakan pasokan blanko e-KTP lancar. Namun server Kementerian Dalam Negeri yang kerap error hingga membuat pasrah tak bisa mencetak e-KTP seluruh warga Bumi Tegar Beriman.

    "Kalau blanko e-KTP kita baru mendapatkan pasokan blanko sebanyak 40 ribu, namun karena server Kementerian Dalam Negeri error kita kerap tidak bisa mencetak e-KTP lagi," ujar Dadan Dharmatin kepada wartawan, Jumat (12/1).

    Pria asli Bandung ini menambahkan kejadian server error ini kerap terjadi dan sudah terjadi selama tiga hari ini, hingga membuat pencetakan e-KTP tidak maksimal.

    "Server error ini dalam tiga hari ini sering terjadi, jadi dalam pencetakan e-KTP tidak maksimal dari yang seharusnya 3.000 menjadi hanya ratusan per harinya. Kita sudah konfirmasi ke daerah lain dan keluhannya sama seperti Kabupaten Bogor," tambahnya.

    Dari jumlah penduduk sekitar 5,5 juta jiwa, sebanyak 4,9 juta jiwa di antaranya harus memiliki e-KTP. Namun data yang dikeluarkan oleh Disdukcapil, masyarakat yang sudah memiliki e-KTP baru 2.917.766 jiwa.

    "Dari target masyarakat yang harus memiliki e-KTP, baru tercapai 2.917.766 jiwa. Sementara yang sudah melakukan perekaman e-KTP baru 3.278.884 jiwa. Sisa masyarakat yang belum memiliki e-KTP terus kami kejar targetnya," kata Kabid Pengelolaan Penyajian Data Tatik.

    Ia melanjutkan untuk pencoblosan pada Pikada serentak mendatang masyarakat yang berhak memilih adalah masyarakat yang memiliki e-KTP atau surat keterangan (Suket).

    "Walaupun masyarakat belum memiliki e-KTP tapi asalkan dia memiliki Suket maka dia masih bisa mencoblos di ajang Pilkada serentak nanti. Oleh karena alasan itu dan meminimalisir jumlah orang yang tidak memilih atau golongan putih (golput), kami terus mensosialisasikan ke masyarakat pentingnya perekaman data," lanjutnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT