• Headline

    ASN Tujuh Jam Bekerja, Puasa Jangan Jadi Alasan

    Oleh : Rizki Mauludi16 Mei 2018 19:00
    fotografer: INILAH/Rizki Mauludi
    INILAH, Bogor - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor Fetty Qondarsyah menegaskan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bogor selama Ramadan bekerja tujuh jam.

    "Hal itu berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), yakni selama tujuh jam kerja dalam sehari," ungkapnya pada Rabu (16/5) siang.

    Fetty melanjutkan, jam kerja ASN di lingkungan Pemkot Bogor untuk Senin sampai Kamis, masuk pukul 07.30 WIB dan pulang pukul 14.30 WIB. Khusus Jumat, jam masuk sama hanya jam pulangnya pukul 15.00 WIB karena ada ibadah Salat Jumat.

    "Tetap secara keseluruhan jam kerjanya tujuh jam dalam sehari. Hanya ada perbedaan jam pulang di hari Jumat," tambahnya.

    Masih kata Fetty, untuk unit kerja yang memberlakukan 6 hari kerja, Senin sampai Kamis dan Sabtu masuk pukul 07.30 WIB sampai pukul 13.30 WIB. Sedangkan hari Jumat jam pulang pukul 14.00 WIB."Jadi ada perbedaan unit kerja lima hari dan enam hari," tuturnya.

    Terkait pelayanan kepada masyarakat Fetty menjamin akan tetap berjalan seperti biasa. Khusus menjelang Idul Fitri pelaksanaan pelayanan tetap berjalan dengan pembagian tugas yang ditetapkan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.

    "Kepada semua pegawai Pemkot Bogor mulai yang ada di kawasan Balai Kota Bogor hingga aparatur di wilayah ia meminta agar ibadah puasa jangan dijadikan alasan menurunnya kinerja untuk melayani masyarakat," tegasnya.

    Sementara itu khusus libur Idul Fitri yang telah ditentukan pemerintah pusat, Fetty meminta agar semua aparatur di lingkungan Pemkot Bogor menaati aturan yang telah ditetapkan.

    "Jika ASN yang ingin mengambil cuti mekanismenya masih sama seperti biasa. Tapi jika ada ASN yang memperpanjang masa liburan Idul Fitri tidak mengajukan cuti atau pemberitahuan dari awal akan ada sanksinya, mulai dari sanksi ringan hingga yang terberat," pungkasnya. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT