• Headline

    Motor Kelebihan Muatan Diamankan

    Oleh : Rizki Mauludi12 Juli 2018 16:32
    INILAH, Bogor - Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Bogor Tengah mengamakan kendaraan roda dua atau motor yang membawa muatan berlebih dan minuman keras (miras) oplosan di wilayah Kecamatan Bogor Tengah.

    Total 20 motor yang muatannya berlebih dan puluhan botol miras oplosan jenis ciu dan vodka didapat selama empat hari.

    Sementara Polisi telah memanggil pemilik bengkel sepatu yang menjadi biang dari armada motor kelebihan muatan.

    Camat Bogor Tengah, Agustiansyach mengatakan, Muspika Bogor Tengah mengamankan miras oplosan dari motor yang berlebih muatannya.

    "Dalam rangka menjaga kondusifitas atau kamtibmas di wilayah Kota Bogor, operasi minuman keras dan kendaraan bermotor kelebihan muatan akan digencarkan oleh kami," ungkapnya saat ekspose di Mako Polsekta Bogor Tengah pada Kamis (12/7) siang.

    Agus menegaskan, motor yang kelebihan muatan apabila dikendarai di jalan raya membahayakan diri sendiri dan orang lain.

    Dirinya berharap tidak ada lagi penggunaan roda dua melebihi kapasitas yang ada.

    "Miras oplosam diamankan jenis ciu. Bogor Tengah adalah areal vital karena ada Istana Kepresidenan Bogor. Tetapi selama ini kinerja kami, Kecamatan Bogor Tengah mendapat kinerja terbaik SeKota Bogor dan itu memacu Muspika untuk bekerja lebih keras, karena kami pelindung juga pelayan masyarakat," terangnya.

    Danramil Bogor Tengah Kapten Inf Suharja mengatakan, miras sangat berbahaya bagi generasi muda, sehingga tidak diperbolehkan miras ilegal dijual bebas.

    "Bogor Tengah tempat tinggal Presiden RI Jokowi dan pasti harus kondusif," ujarnya.

    Sementara itu, Kapolsekta Bogor Tengah Kompol Syaifuddin Gayo mengatakan, akibat kelebihan muatan sudah ada korban.

    "Setelah kejadian itu ada pesan dari masyarakat yang merupakan orang tua korban, untuk menindak motor yang kelebihan muatannya. Kami menilang motor yang kelebihan muatan dan akan mengundang pemilik barang untuk tidak menggunakan motor mengantarkan barang ke pasar, tetapi kami sarankan mereka memakai mobil bak terbuka," jelasnya.

    Gayo juga mengatakan, untuk minuman oplosan dibuat oleh orang yang tak bertanggung jawab, dan minuman itu adalah racun.

    "Mudah-mudahan ke depannya tidak ada korban kecelakaan dan korban miras oplosan di Kota Bogor," pungkasnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT