• Polres Jakbar Amankan 3.000 Butir Ekstasi Casper di Bogor

    Oleh : Reza Zurifwan24 September 2018 15:21
    fotografer: INILAH/Reza Zurifwan
    INILAH, Bogor - Sebuah rumah di Perumahan Sentra Pondok Rajeg, Kelurahan Tengah, Cibinong yang menjadi tempat pembuatan narkoba jenis ekstasi digerebek Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (21/9/2018) malam.

    Kepala Polres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi S yang langsung memimpin rilisnya mengatakan selama ini Wilayah Jakarta Barat terkenal akan sentra pabrik narkotika, namun kali ini jajarannya berhasil mengungkap fenomena baru bahwa peredaran narkotika di wilayahnya, diproduksi dari luar Jakarta Barat.

    "Wilayah Jakarta Barat terkenal akan bandar atau pabrik narkoba itu terbukti dengan diungkapnya 10 bandar narkotika. Namun dari bulan Januari - September tahun ini ada fenomena baru bahwa narkotika yang beredar di Jakarta Barat pabriknya ada di Cipondoh, Kota Tanggerang dan Cibinong, Kabupaten Bogor," ujar Kombes Hengki Haryadi S kepada wartawan, Senin(24/9/2018).

    Dia menerangkan jika dahulu jumlah penungkapan kasus peredaran tinggi, kali ini jumlahnya berkurang karena jajarannya lebih fokus dalam menangkap bandar narkotika.

    "Ada perubahan target pengungkapan atau penangkapan dari awalnya penyalahguna dan bandar. Kali ini jajarannya fokus memgejar para bandar narkotika," terangnya.

    Kombes Hengky menjelaskan penangkapan tersangka AP berawal dari penangkapan bandar ekstasi SI dan RS berupa 135 butir ekstasi di Slipi Jakarta Barat.

    "Sebelum menangkap tersangka AP, kami sebelumnya menangkap sepasang suami istri kaki tangan atau jaringannya berinisial SI dan RS . Dari penyelidikan akhirnya kami berhasil menangkap tersangka AP pada Jumat malam," jelasnya.

    Dia melanjutkan dari tangan tersangka AP polisi mengamankan 3.000 butir ekstasi berlogo casper, beberapa jenis bahan baku dan alat pembuat ekstasi. Ekstasi ini dihargai Rp150 butir dan tersangka AP sudah membuat ekstasi selama 1 tahun lebih dengan jumlah produksi perhari 500 butir.

    "Tiga tersangka bandar narkotika ini akan dikenakan pasal 112 dan pasal 114 Undang-Undang Narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun dan apabila ia resedivis seperti hari ini akan kami upayakan untuk dituntut hukuman mati," lanjut Kombes Hengky.

    Kabid Narkoba Puslabfor Polri Kombes Sodiq Pratomo melanjutkan ekstasi berlogo casper ini terbilang sangat berbahaya karena memiliki tiga jenis yaitu stimulan, halusinasi dan anti depresi.

    "Biasanya ekstasi hanya dua jenis saja, tetapi ekstasi berlogo casper ini memiliki tiga jenis yaitu stimulan, halusinasi dan anti depresi. Selain bisa matikan ekstasi ini bisa mengakibatkan otak penyalahgunanya rusak," ucap Kombes Sodiq.

    Dia menambahkan dari beberapa jenis bahan baku, bahan baku epheridrine merupakan bahan baku utama yang belum bisa diproduksi di dalam nengeri.

    "Bahan baku epheridrine ini didapat dari jaringan pengedar narkotika internasional. Temuan ini akan kami tindak lanjuti dengan penyelidikan lebih lanjut," tambahnya.

    Hidayat Angki warga Perumahan Sentra Pondok Rajeg Blok A3 Rt 01 Rw 05 Cibinong menuturkan
    AP atau yang akrab disapa W merupakan seorang yang sangat tertutup, tidak pernah dikunjungi tamu dan tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar.

    "Orangnya sangat tertutup, bahkan istri dan anaknya saja kami jarang melihatnya," tutur Hidayat.

    Ia menjelaskan sebelum mengontrak di Blok A 5. Wiwid yang memiki dua orang anak sempat mengontrak di blok A 1 di perumahan yang sama.

    "Mereka sebelumnya mengontrak rumah di blok A 1 selama setahun, lalu pindah ke A5 yang lokasinya berada di ujung. Saat ini dia mengontrak rumah milik bu Ella," jelasnya.

    Pria berusia 41 tahun ini melanjutkan selama tinggal di perumahan Sentra Pondok Rajeg, tidak ada perilaku mencurigakan lainnya dari pelaku bandar narkotika jenis ekstasi hingga warga kaget ketika tahu di lingkungannya ada pabrik ekstasi.

    "Tidak ada perilaku yang menandakan dirinya seorang bandar ekstasi termasuk jika Wiwid kerap mendengarkan musik modern berirama cepat. Dalam upaya penangkapan, polisi sudah bersiap sejak jam 17.00 WIB namun baru menangkap pelaku pada pukul 23.00 WIB," tutup Hidayat. [gin]


    TAG :


    Berita TERKAIT