• Kampus Indonesia Punya Potensi Daya Saing Internasional

    Oleh : ule11 Juni 2017 15:35
    INILAH, Jakarta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemristekdikti) terus berupaya mendorong peringkat perguruan tinggi di Indonesia agar semakin mampu bersaing dengan kampus-kampus di dunia.

    Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, perguruan tinggi di Indonesia saat ini memiliki potensi yang besar untuk menjadi kampus berkelas dunia setelah lembaga survei QS University mengeluarkan peringkat kampus-kampus di dunia beberapa hari yang lalu.

    Tiga kampus di Indonesia yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi BANDUNG (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) masuk ke dalam peringkat 500 besar perguruan tinggi ternama di dunia.

    Sebelumnya, pada tahun lalu UI menempati posisi ke-325 dan melompat ke posisi 277. ITB yang sebelumnya menduduki peringkat 355 kini menjadi ke-331, sedangkan UGM yang pada tahun lalu duduk di posisi 501 kini berada di peringkat 401.

    "Ini lompatan yang luar biasa dan harus terus didorong," kata Nasir kepada wartawan ditemui di sela-sela buka puasa bersama di kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (10/6) malam.

    Nasir menjelaskan, melihat keberhasilan tiga perguruan tinggi di Indonesia menembus peringkat 500 besar maka berarti ada potensi besar yang harus terus didorong agar kampus-kampus lainnya juga bisa menyusul tiga universitas tersebut.

    Nasir akan memerintahkan Sekretaris Jenderal Kemristekdikti Ainun Naim dan jajaran direktorat jenderal yang berada di bawah naungannya untuk terus memberikan pendampingan dan penilaian internal kepada perguruan tinggi yang lainnya agar peringkatnya terus melonjak.

    "Tahun depan kami menargetkan ada empat perguruan tinggi yang masuk ke dalam peringkat 500 besar, tiga ditambah satu jadi empat insya Allah bisa. Kampusnya nanti bisa IPB, Unair, atau ITS," ujarnya.

    Lebih lanjut Nasir mengatakan, Kemristekdikti akan terus melakukan pendampingan terhadap perguruan tinggi yang masuk peringkat 10 besar nasional.

    Khusus untuk UI, ITB, dan UGM akan diberikan perlakuan berbeda agar prestasi dunia mereka tetap terjaga. Sedangkan tujuh perguruan tinggi lainnya akan diberikan pendampingan agar menjadi kampus berkelas internasional.

    "Untuk anggarannya kalau tahun lalu sebesar Rp 10 miliar untuk menjadi kampus berkelas dunia, mudah-mudahan tahun ini bisa ditambah," katanya.

    Namun Nasir menjelaskan, pemerintah juga tidak lupa akan terus meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di dalam negeri. Caranya yaitu dengan terus mendorong jumlah para sarjana (S1) dan magister (S2) di perguruan tinggi di luar Pulau Jawa.

    "Karena kalau enggak afirmasi enggak mungkin bisa lari cepat, enggak mungkin itu," pungkas Nasir. [jek]