• Disdik Jabar Gelar Sekolah Menengah Terbuka

    Oleh : Okky Adiana10 Desember 2017 16:48
    INILAH, Bandung - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mensosialisasikan program Semua Anak Harus Sekolah di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, pada Minggu (10/12). Program ini diwujudkan dalam kegiatan sekolah menengah terbuka.

    Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjamin terpenuhinya ketersedian, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian mendapatkan layanan pendidikan (5 K).

    Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, sekolah menengah terbuka sama halnya dengan sekolah-sekokah reguler. Baik dari ijazah, kurikulum yang saat ini tengah disempurnakan, serta tunjangan fasilitas Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK). Masyarakat diharapkan tidak meragukan lagi keberadaan sekolah menengah terbuka ini.

    "Semua anak di Jabar harus bisa sekolah. Apakah karena dia kurang mampu dari segi ekonomi, alasan demografi, ataupun bekerja. Mereka harus bisa sekolah. Maka itu, kami membuka sekolah menengah terbuka," kata Ahmad kepada wartawan di Gedung Sate, Minggu (10/12).

    Menurut dia, saat ini sekolah menengah terbuka di Jabar sudah mencapai di angka 76,62 persen. Target tahun ini diharapkan bisa mencapai 80 persen dan 2019 bisa berada di angka 90 persen dan selanjutnya bisa sampai 100 persen.

    "Sekolah itu tidak hanya reguler, tapi bisa juga secara jarak jauh dengan menggunakan TIK. Sekarang ini kita berbasis TIK," katanya.

    Dia mengungkapkan, secara teknis sekolah menengah terbuka akan melakukan dari segi zonasi. Ini dilakukan agar sekolah tersebut bisa merata dari segi kualitas dan di dukung dengan sarana dan prasarana yang memadai bagi para peserta didiknya.

    Semenatara untuk teknik pembelajarannya sendiri lanjut dia, dalam satu pekan minimal peserta didik melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama dua kali pertemuan. Dalam hal ini, pihaknya sudah bekerjasama dengan sekolah induk dan difasilitasi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Mulai dari tempat kegiatan belajar, guru bina, guru pamong, dan guru sekolah induk.

    "Semua harus merata, tidak hanya di perkotaan, tapi juga di pedalaman pun lengkap dalam segi fasilitas. Ini memang tidak mudah, kita perlu menyiapkan lahan untuk membangun sekolah yang representatif dan juga fasilitas TIK. Itu yanv kita perjuangkan," paparnya.

    Sekolah menengah terbuka akan mendapat dukungan anggaran dari dana BOS atau operasional pemerintah provinsi Jabar. Sekolah tersebut tidak akan ada pungutan biaya dari siswa.

    "Untuk sekolah menengah terbuka yang sudah masuk itu menurut data resmi sudah ada 36 ribu di tahun 2017 ini," ujarnya.

    Diharapkan dengan adanya sekolah tersebut, semua anak di Jabar bisa sekolah dengan segala macam persoalannya.

    "Untuk sekolah menengah, kami menampung semua anak. Semua fasilitas sudah ada, tinggal kemauan dari masyarakatnya itu sendiri," pungkasnya. [jek]