• Headline

    Malaysia Belajar Tata Kelola Desa ke Indonesia

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar04 Januari 2018 21:39
    INILAH, Jakarta - Indonesia dan Malaysia menjalin kerjasama bilateral dalam bidang pembangunan desa melalui Kementerian Desa PDTT dan Kementerian Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia.

    Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, mengatakan, ada berbagai peluang yang dapat dilakukan khususnya mengenai pengembangan sektor pertanian di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.

    Beberapa program strategis yang dijadikan prioritas yakni pengembangan produksi komoditi unggulan, pengembangan ekonomi desa, dan peningkatan kapasitas serta daya saing dari badan usaha desa.

    "Di Kalimantan Tengah kami akan membagikan lahan baru kepada warga seluas 600 hektare dan rencananya akan ditanami komoditas tertentu," kata Eko kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/1).

    Nantinya, kata Eko, hasil tanam itu akan dijual ke negara tetangga Malaysia dan tidak dijual ke daerah sekitar di Kalimantan Tengah karena menimbang ongkos kirim ke negeri jiran lebih murah.

    "Kami juga akan mengundang investor dari Malaysia dan membuka pasar di sana," ujarnya.

    Sementara Menteri Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia, Dato' Sri Ismail Sabri bin Yahoo, mengatakan, salah satu tujuan utama mereka adalah mempelajari program-program yang telah dan sedang dilakukan Kemendes PDTT.

    Menurut Ismail, Kemendes PDTT memiliki program yang tersusun dengan begitu baik dan memberikan benefit kepada penduduk desa di Indonesia.

    Program-program yang telah berhasil dijalankan Kemendes PDTT nantinya akan diadaptasi di Malaysia sesuai dengan kebutuhan pembangunan di sana.

    Untuk itu, Kemendes PDTT mengajak Ismail beserta rombongannya untuk berkunjung ke Desa Sukamanah, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang merupakan salah contoh desa yang mengalami kemajuan berkat penggunaan dana desa yang tepat dan efisien.

    "Kemungkinan kami akan melakukan pertukaran aparat desa untuk saling mempelajari program masing-masing negara," kata Ismail di kantor Desa Sukamanah.

    Di tempat yang sama, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT, Taufik Madjid, mengatakan, pemerintah Indonesia optimistis kerjasama bilateral dengan Malaysia akan berhasil melihat hubungan kedua negara yang sangat erat sejak 60 tahun silam.

    Dengan letak geografis yang berdekatan dan karakteristik yang hampir sama, bukan hal sulit bagi kedua negara untuk menyamakan ciri dan misi dalam membangun kawasan desa.

    "Diharapkan konsistensi kedua kementerian dapat meningkatkan pembangunan daerah tertinggal dan kawasan perdesaan ke level kerjasama yang lebih strategis dan saling menguntungkan kedua negara," kata Taufik. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT