• Dorong Sumber Daya Insani, BI Corner Berdiri di Pesantren

    Oleh : Doni Ramdhani16 Juni 2017 17:04
    INILAH, Bandung - Untuk kali pertama, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar meresmikan BI Corner di pondok pesantren. Sebelumnya, pojok baca ini ada di perpustkaan daerah dan perguruan tinggi.

    Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengatakan, Jabar memiliki peranan yang penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak yakni 46,5 juta orang dan 98% penduduknya beragama Islam, Jabar memiliki jumlah sumber daya manusia untuk dikembangkan dan diarahkan menjadi sumber daya insani penggerak utama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

    "Dalam rangka untuk dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya insani tersebut, kami menginisiasi program BI Corner di Pondok Pesantren Al Falah sebagai program BI Corner pertama di lingkungan pondok pesantren," kata Rosmaya usai peresmian di Pondok Pesantren Al Falah Kabupaten Bandung, Jumat (16/6).

    Sementara itu, Kepala KPwBI Jabar Wiwiek Sisto Widayat mengatakan berdasarkan riset yang dilakukan bersama Center for Islamic Economic Studies (CIES) menunjukkan pesantren di Jabar memiliki potensi yang dapat dijadikan sebagai lembaga ekonomi alternatif dalam pemberdayaan masyarakat pesantren berbasis ekonomi syariah.

    Berdasarkan hasil kajian BI, setidaknya ada lima peta permasalahan utama dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Yakni, keterbatasan sumber daya insani yang berkualitas, struktur ekonomi dengan berbagai ketimpangan, potensi sektor sosial dengan keterbatasan pengaturan, pasar keuangan syariah yang masih dangkal, dan kinerja keuangan syariah yang stagnan.

    "Bersama pondok pesantren, proses kolaborasi ini fokus pada dua pilar pengembangan. Yaitu penguatan sumber daya insani dan pemberdayaan masyarakat," ucap Wiwiek.

    Dia menambahkan, Pondok Pesantren Al Falah ini potensial untuk dikembangkan dan dapat dilibatkan dalam implementasi Program Pengembangan Kemandirian Ekonomi di Pesantren. Untuk hal ini, pihaknya berkoordinasi dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS). [jek]