• Living Plaza Sambut Masa Panen Industri Ritel

    Oleh : Doni Ramdhani16 Juni 2017 17:17
    INILAH, Bandung - Jumat (16/6/2017) kemarin, Living Plaza Pasirkaliki diresmikan. Operation Director PT Home Center Indonesia Daniel Trisno Santoso mengatakan peresmian pusat perbelanjaan peralatan rumah tangga ini memiliki alasan tersendiri.

    "Pengusaha ritel itu semua tahu, Ramadan dan Lebaran itu merupakan masa panen bagi industri ritel, Makanya, Living Plaza Pasirkaliki ini kita resmikan di bulan Ramadan, bulan penuh berkah," kata Daniel usai peresmian.

    Menurutnya, dalam bangunan seluas lebih dari 15 ribu m2 itu pihaknya melengkapi dengan perlengakapan rumah, furnitur, elektronik, dan gaya hidup. Living Plaza Pasirkaliki ini menghadirkan sejumlah anchor tenant. Diantaranya ACE, Informa, Toys Kingdom, dan Chatime. Selain itu ada pula JCo, Starbucks, dan BreadTalk.

    Dia menuturkan, pusat perbelanjaan ini berkonsep one stop shopping. Pengunjung diakuinya tak perlu berpindah tempat untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Pelanggan akan mendapatkan pengalaman berbeda dan bisa lebih menikmati lebih banyak varian produk, layanan, dan kenyamanan berbelanja.

    "Untuk customer, kita mengedepankan konsep one stop shopping. Semua barang yang dijual di sini merupakan pilihan dan berkualitas tinggi," ujar Daniel seraya menyebutkan pihaknya membidik angka kunjungan sebanyak 2.000 orang/hari.

    Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengakui Ramadan hingga Lebaran merupakan momen terbaik bagi industri ritel mendapatkan keuntungan. Ibarat ladang persawahan, saat itu para peritel tampak sibuk memetik hasil panen.

    Sekum Aprindo Jabar Henri Hendarta mengatakan, momen penting ini sangat dimanfaatkan para peritel. Angka penjualan pada Ramadan hingga Lebaran yang terhitung selama 35 hari itu bisa menyumbangkan penjualan satu tahun sebuah pusat perbelanjaan.

    "Dalam satu tahun penjualan, 30-40% diantaranya disumbangkan dari penjualan bulan Puasa-Lebaran. Dihitung-hitung, dua bulan itu berjalan sekitar 35 hari," kata Henri.

    Bahkan, saking pentingnya dua bulan itu tak jarang peritel memanfaatkan momen sebelum memasuki bulan puasa. Setidaknya, sejak H-3 Ramadan atau yang dikenal waktu munggahan itu merupakan waktu awal dari panen raya.

    Memang, pada pekan pertama angka penjualan yang tercetak tidak terlalu menunjukkan angka yang mengesankan. Namun, kurva peningkatan penjualan itu diakuinya terjadi pada pekan kedua Ramadan hingga menjelang Lebaran. [jek]