• OJK Imbau BPR Tak Mudah Cairkan Kredit

    Oleh : Doni Ramdhani10 Agustus 2017 15:07
    INILAH, Bandung - Menindaklanjuti adanya pembobolan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sekitar Rp36 miliar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jabar memanggil BPR yang bersangkutan.

    "Hari ini kita memanggil satu BPR. Besok, kita akan panggil 4-5 BPR lagi," kata Kepala OJK KR 2 Jabar Sarwono kepada wartawan, Kamis (10/8).

    Menurutnya, pemanggilan yang dilakukan ini dalam konteks pengawasan. Dalam hal ini, OJK hanya meneliti dan mendalami prosedur pemberian kredit hingga pembayaran angsuran. Terkait sanksi pidana, itu diserahkan kepada aparat Polda Jabar yang saat ini menangani kasus in.

    Penelitian tersebut mengarah pada kelemahan. Sebelumnya, OJK pernah menemukan kasus serupa. Manajemen BPR diimbau untuk memperbaiki kualitas pengucuran kredit kepada masyarakat.

    "Intinya, pemberian kredit itu harus aman, prudence, dan tidak melanggar aturan. Karena ini hanya masalah operasional, kita tidak memberikan sanksi. Kita hanya melakukan pembinaan kepada manajemen untuk memperbaiki kelemahan," jelasnya.

    Sarwono menuturkan, pembobolan BPR tersebut dilakukan dengan cara penyaluran kredit dengan jaminan sertifikat sertifikasi guru. Dikabarkan, terdapat 345 debitur yang seluruhnya merupakan guru di Kabupaten Bandung.

    Kredit diberikan kepada guru yang memiliki sertifikat sertifikasi sebagai agunan. Dia menduga, ada upaya duplikasi sertifikat sertifikasi. Berdasarkan aturan, sertifikat sertifikasi guru yang dijadikan jaminan itu semestinya asli. [jek]